oleh

24 Desa di Kepulauan Rentan Terjadi Konflik Akibat Pilkades

PortalMadura.Com, Sumenep – Sebanyak 24 desa di wilayah Kepulauan, Sumenep, Madura, Jawa Timur masuk kategori sangat rawan, karena selain lokasinya jauh, juga jumlah pemilihnya relatif banyak. Akibatnya, jajaran Polres setempat mengirimkan personel pola maksimal yakni 30 personel di masing-masing desa ditambah Brimob.

“Untuk wilayah kepulauan kami anggap daerah sangat rawan, karena salah satu desa jumlah pemilihnya ada yang mencapai 9 ribu dan lokasinya juga jauh, makanya kami distribusikan personel pola maksimal,” ungkap Kapolres Sumenep, AKBP Marjoko, Rabu (19/11/2014).

Marjoko menegaskan, dalam pelaksanaan pilkades ini kemungkinan terjadi gesekan antar warga sangat tinggi karena antara pemilih dengan calon kades itu masih ada hubungan kekeluargaan, sehingga fanatisme pemilih sangat tinggi.

“Akibatnya, terjadi kesalah pahaman sedikit pun bisa memicu terjadinya konflik horisontal. Makanya kami terjunkan personel yang cukup, melebihi pileg dan pilpres lalu,” ujarnya.

Untuk pilkades serentak ini, sedikitnya 1.800 personel disiagakan untuk mengantisipasi terjadinya konflik antar pemilih. 1.800 personel itu terdiri dari Polres Sumenep, didukung Polres Pamekasan, Polda Jatim 4 SSK termasuk Brimob 2 SSK, TNI, Satpol PP dan Linmas.

Pelaksanaan pilkades serentak secara bertahap yang diikuti oleh 88 desa itu dijadwalkan tanggal 20 November di 33 desa wilayah daratan bagian utara, tanggal 26 November di 31 desa wilayah daratan bagian selatan dan tanggal 1 Desember untuk 24 desa di wilayah kepulauan. (arif/htn)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE