3 Fase yang Dialami Janin di Rahim Ibu Menurut Alquran

  • Bagikan
Fase yang Dialami Janin di Rahim Ibu Menurut Alquran
ilustrasi

PortalMadura.Com – Saat di rahim ibu, ternyata janin mengalami tiga fase. Hal ini diketahui, sebagaimana yang dijelaskan dalam buku “Basic Human Embriology” yang menjadi buku panduan bidang embriologi.

Namun rupanya, Alquran yang diturunkan sekira 14 abad lalu juga telah mengungkap tentang tahapan yang dialami oleh janin sebelum lahir. Alquran menyiratkan mengenai hal ini jauh sebelum manusia menemukan teknologi untuk meneliti fase bayi dalam kandungan.

Allah SWT berfirman: “Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?,” (QS. Az-Zumar : 6).

Nah, tiga kejadian yang dimaksud dalam ayat di atas antara lain, fase pre-embrionik, embrionik, dan janin. Berikut ini ulasannya:

Fase Pre-embrionik
Fase Pre-embrionik merupakan fase pertama saat zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel hingga terbentuk segumpal sel yang akan membenamkan diri pada dinding rahim.

Seiring pertumbuhannya yang membesar, sel-sel penyusun zigot akan mengatur dirinya sendiri untuk membentuk tiga lapisan. Fase ini akan berproses saat umur janin mencapai dua setengah minggu pertama.

Fase Embrionik
Fase embrionik merupakan fase di mana bayi disebut sebagai embrio. Organ dan sistem tubuh bayi akan mulai terbentuk dari lapisan-lapisan sel embrio.

Fase Fetus
Fase fetus atau janin dimulai pada minggu kedelapan hingga bayi dalam kandungan lahir ke dunia. Dalam fase ini bayi disebut dengan fetus. Fase ini ditandai dengan fetus yang menyerupai manusia, mulai dari wajah tangan dan kakinya.

Bahkan, semua organ dari fetus ini juga mulai tampak setelah berproses selama kurang lebih 30 minggu, meskipun awalnya hanya berukuran 3 centimeter. Bayi pun tumbuh dalam kandungan selama kurang lebih 9 bulan. Lahirnya generasi baru manusia melalui proses yang begitu panjang. Wallahu A’lam. (okezone.com/Salimah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.