3 Hal yang Perlu Diperhatikan saat Belanja Barang Preloved Branded

  • Bagikan
Hal yang Perlu Diperhatikan saat Belanja Barang Preloved Branded
ilustrasi

PortalMadura.Com – Saat ini, industri barang bekas yang bermerek dan berkualitas prima atau preloved kian diminati. Bahkan kini tidak hanya dijual secara online, dengan cara membuka bazar pun barang-barang preloved juga selalu ramai dikunjungi.

Nah bila beruntung, Anda mungkin bisa mendapatkan barang mewah incaran dengan harga yang jauh di bawah produk barunya. Namun, jangan lupa memerhatikan beberapa hal ketika membeli barang-barang preloved.

Berikut tiga hal yang perlu Anda perhatikan saat belanja barang preloved branded:

Reputasi Penjual
Founder Irresistible Bazaar, Marisa Tumbuan, menekankan pentingnya Anda mengenal penjual atau seller preloved branded yang Anda pilih. Jangan sampai Anda memilih sembarang seller hanya karena direkomendasikan oleh kerabat.

“Harus lebih mengenali seller-nya. Kalau memang seller itu trusted, gampang dicari, tidak ada track record minus enggak apa-apa,” ujar Marisa.

Misalnya pada penyelenggaraan Irresistible Bazaar sendiri, Marisa tetap melakukan kurasi ketat meskipun para seller yang berartisipasi juga sudah dikenalnya dan berada pada satu komunitas yang sama. Hal itu dilakukan untuk semakin memastikan produk yang dijual asli.

Keaslian Produk
Menurut Marisa, banyak hal yang harus diperhatikan secara teliti ketika hendak membeli preloved branded. Jika sudah sangat peka, maka seseorang sudah bisa mengetahui keaslian produk meski dibandingkan dengan produk palsunya yang sangat mirip.

Misalnya untuk tas kulit, pembeli yang peka bahkan bisa mengetahui perbedaan bau tas asli dan palsu. Indikator keaslian produk branded juga berbeda-beda pada setiap merek. Marisa mencontohkan perbedaan ulir pada strap koleksi tas Celline. Koleksi tas di bawah 2012 menurutnya memilki tiga ulir, sedangkan koleksi tas di atas 2012 memiliki dua ulir.

Oleh karena itu, Marisa menyarankan para calon pembeli untuk rajin mencari informasi terlebih dahulu sebelum membeli. Mencari informasi keaslian produk bisa melalui internet atau media sosial.

“Enggak harus lihat dulu ke tokonya, sekarang dunia sudah di tangan. Bisa Googling. Misal, LV Palm Spring original ciri khasnya apa. Di YouTube pun blogger luar negeri sudah banyak review,” ucapnya.

Tingkatan Kategori
Barang yang pernah digunakan meski hanya satu kali saja sudah dikatakan barang preloved. Namun, ada beberapa istilah kategori yang perlu Anda ketahui.

Mengenal istilah-istilah ini sangatlah berguna ketika Anda berbelanja preloved branded secara online atau pun ketika ingin bertanya dengan penjual secara offline. Berikut ini uraiannya:

1. Preloved excellent condition, yaitu kondisi barang tidak cacat sama sekali.

2. Like new, yaitu kondisi barang masih sangat bagus, misalnya buckle masih dalam keadaan tersegel. Namun, barang sudah pernah digunakan.

3. Very good condition, yaitu terlihat sudah bekas pakai namun masih memiliki kondisi yang baik.

4. Need spa, yaitu barang membutuhkan spa atau perawatan lanjutan karena sudah terlalu sering dipakai.

Kendatipun kualitas barang bisa dilihat secara jelas, namun akan sangat sulit bagi Anda untuk tahu masa pemakaian jika tidak bertanya pada penjual. Hal itu, kata Marisa, bergantung pada perlakuan pemilik terdahulu terhadap barangnya.

Marisa mencontohkan, tas Chanel yang dibeli pada 2009 tapi masih bisa berada dalam kondisi baik jika pemilik lamanya rajin menyimpan tas tersebut dalam kotak secara rapi dan pemakaiannya apik. Namun, ada pula tas yang dibeli pada 2015 tapi kondisinya sudah kurang baik karena pemakaian yang kurang berhati-hati. Sehingga menimbulkan perubahan pada fisik tas, misalnya sudut-sudutnya mengelupas.

“Jadi bukan berarti karena belinya 2009 kita sebut need spa kalau kondisinya masih baik. Yang beli baru 2015 pun akan kita sebut need spa jika memang perlu koreksi,” tuturnya. (kompas.com/Salimah)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.