oleh

3 Kesalahan Yang Sering Dilakukan Orang Tua dalam Memuji Anak

PortalMadura.Com – Jika anak Anda mendapatkan skor tinggi di mata pelajaran matematika, Anda biasanya tergoda untuk memberi pujian dengan kalimat “Anak ibu sangat pintar!”. Namun pada kenyataannya, kalimat tersebut bisa berefek buruk.

Berikut beberapa kesalahan yang secara tak sadar sering dilakukan orang tua saat memuji si Kecil menurut artikel itu. Simak yuk, Bu:

1. Memuji dengan Kalimat Berlebihan

Sekilas memang terkesan tak salah, Bu, memuji si Kecil yang rajin menabung dengan berkata “Wah, kalau Adik terus rajin menabung seperti ini, Adik bisa jadi orang paling kaya nantinya!”. Apalagi bila Ibu mengucapkannya dengan intonasi yang bersemangat. Si Kecil yang masih polos dan lugu bisa jadi benar-benar akan makin semangat menabung setelah mendengar hal itu.

Tapi, pujian semacam ini sebenarnya tak baik lho untuk psikologi si Kecil. Sebab, lewat pujian semacam ini, Ibu memberikan harapan yang berlebihan padanya. Hal ini bisa membuat si Kecil merasa gagal ketika ia tahu harapan ini tak akan terwujud nantinya.

Maka dari itu, alih-alih menyemangati si Kecil dengan kalimat berlebihan semacam itu, akan lebih baik bila Ibu berkata, “Wah, kalau Adik terus rajin menabung seperti ini, tabungan Adik akan makin banyak. Jadi, nanti Adik bisa membeli mainan kesukaan dari uang Adik sendiri, tidak perlu minta dari Ibu lagi.”

2. Memuji sambil Membandingkan

Seperti halnya kita, si Kecil juga tak suka bila dibanding-bandingkan dengan orang lain, termasuk saudara atau bahkan kembarannya sendiri, Bu. Sebab, hal ini membuat ia merasa kurang penting di mata Ayah dan Ibu. Jadi, sebisa mungkin, hindari memuji si Kecil dengan mengatakan “Kamu pintar menabung, deh, seperti kakakmu dulu yang selalu membuat Ibu bangga”. Ketimbang menggunakan kalimat itu, lebih baik Ibu memuji si Kecil dengan berkata, “Ibu bangga deh karena kamu rajin menabung”.

3. Memuji dengan Hal-hal yang Bersifat Sementara

Benar sih, Bu, tak ada salahnya sesekali memuji si Kecil dengan mengatakan bahwa ia terlihat cantik atau tampan. Namun, hindari melakukannya terlalu sering, ya. Sebab, ketika si Kecil terbiasa dengan pujian yang hanya menitikberatkan pada tampilan fisik, ia akan menganggap penampilan adalah segalanya, sehingga hal-hal lain seperti sikap ramah, santun, dan perilaku terpuji lainnya tidaklah penting.

Untuk itu, alih-alih memujinya dengan hal-hal yang bersifat sementara seperti kecantikan fisik, pujilah si Kecil dari sisi lain, misalnya sifat dan karakter yang ia miliki. Misalnya, Ibu bisa berkata, “Ibu bangga dengan Adik saat tadi bisa berbagi dengan Kakak”.

Nah, itulah beberapa kesalahan yang secara tak sadar sering dilakukan para orang tua saat memuji si Kecil. Mulai sekarang, sebisa mungkin hindari kesalahan-kesalahan tadi yuk, Bu, agar pujian bisa benar-benar memberi dampak positif pada psikologi anak Ibu, bukan justru sebaliknya. (ibudanbalita.com/choir)


Komentar