3 Tahun Terakhir, Angka Kematian Ibu dan Bayi Menurun

Avatar of PortalMadura.com
3 Tahun Terakhir, Angka Kematian Ibu dan Bayi Menurun
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Ellya Fardasah, (Foto : Taufikurrahman @PortalMadura.com)

PortalMadura.Com, Sumenep – Angka kematian ibu melahirkan dan anak di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mengalami penurunan selama tiga tahun terakhir (2018-2021).

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, angka kematian ibu melahirkan pada tahun 2018 sebanyak 12 orang, 2019 menurun menjadi 11 dan di tahun 2020 semakin menurun hingga mencapai 10 orang.

Sedangkan angka kematian bayi pada tahun 2018 sebanyak 32 kasus, 2019 menurun menjadi 31 dan tahun 2020 menurun satu angka menjadi 28 bayi.

”Tingkat Jatim, Sumenep relatif rendah mengenai angka kematian ibu melahirkan dan bayi,” terang Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Ellya Fardasah, Rabu (23/6/2021).

Baca Juga:  4 Hari Hilang Kontak, KLM Cinta Kembar Ditemukan di Perairan Ambunten Sumenep

Penurunan angka kematian ibu melahirkan dan bayi di Sumenep karena adanya penanganan serius dari Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Caranya, menekankan ibu agar rutin cek up ke puskesmas guna mengetahui kondisi ibu dan anaknya,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga menghimbau bagi ibu hamil untuk tetap menjaga kesehatan kandungannya karena saat ini situasi pandemi Covid-19.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Kesehatan, Dinkes Sumenep, Moh Insan menyebutkan, dinas terkait telah memberikan bantuan gratis program persalinan bagi ibu hamil yang kurang mampu.

”kita selektif dalam memberikan bantuan itu kepada masyarakat yang kurang mampu supaya bantuan pemerintah tepat sasaran,” ujarnya.

Bantuan program persalinan ibu hamil di Kabupaten Sumenep mencapai Rp 4 miliar. Peruntukanya yakni bagi persalinan ibu hamil, orang dalam gangguan jiwa (ODGJ), terlantar dan lainnya.

Baca Juga:  Baling-Baling Patah, KLM Cinta Kembar Sempat Hilang Kontak

”Mereka harus menyertakan surat keterangan kurang mampu dari desa,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.