oleh

32 Orang Ajukan Dispensi Nikah di Pamekasan, Hanya 19 Orang Yang Diterima

PortalMadura.Com, Pamekasan – Pernikahan dini di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, belum bisa ditekan secara maksimal. Sebab, terhitung sejak Januari hingga November 2019 tercatat ada 32 orang yang meminta dispensasi nikah ke Pengadilan Agama (PA) setempat.

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Pamekasan, Hery Kushendar mengungkapkan, dispensasi nikah itu diberikan kepada orang yang tidak memenuhi syarat umur untuk menikah. Karena batas minimal menikah untuk laki-laki dan perempuan berusia 19 tahun berdasarkan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Pernikahan.

Selamat Ibadah Puasa

“Biasanya lebih banyak perempuan yang belum cukup umur yang mengajukan dispensasi nikah ke PA Pamekasan,” katanya, Selasa (17/12/2019).

Dia menjelaskan, dari 32 orang yang meminta dispensasi nikah itu hanya 19 orang yang diterima lantaran berbagai pertimbangan. Utamanya kesiapan menjalani biduk rumah tangga. Karena tidak sedikit yang menjawab siap menikah hanya untuk mendapatkan surat dispensasi, sementara ketika menjalin rumah tangga tidak bisa harmonis.

Baca Juga: DD Untuk Tiga Desa di Pamekasan Terancam Hangus

“Selain dari segi lahir dan batin. Juga dari segi ekonomi serta kesiapan mental dari kedua pasangan untuk hidup satu rumah harus dipikirkan secara matang. Ketika di meja persidangan mereka bilang sanggup, namun beberapa bulan kemudian ternyata mereka datang lagi ke PA (Pengadilan Agama) untuk mengajukan cerai,” tandasnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat, utamanya anak-anak muda agar tidak terburu-buru untuk menikah pada usia yang masih belum matang. Menikah bukan semata-mata ingin menyalurkan nafsu birahi, melainkan untuk membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rahmah.

“Tunggulah dulu sampai matang usianya dan benar-benar siap menikah. Jangan ikuti nafsu dan jangan cinta monyet. Baru menikah masih cinta, bulan depan tinggal monyetnya,” pungkasnya.

Penulis : Marzukiy
Editor : Nurul Hijriyah

Komentar