oleh

4 Cara Aman dan Nyaman Belanja Online

PortalMadura.Com – Sejak setahun yang lalu, akibat pandemi Covid-19 sudah mengubah banyak perilaku masyarakat. Misalnya, dari yang biasanya berbelanja langsung ke pasar atau mall, kini masyarakat memilih cara daring alias online.

Dengan kata lain, selama pembatasan kegiatan dan mobilitas akibat Covid-19, belanja online melalui marketplace atau e-commerce menjadi salah satu yang sering dilakukan oleh masyarakat. Walaupun sudah menjadi kebiasaan, tetap ada hal-hal yang perlu Anda perhatikan agar belanja online tetap aman dan nyaman.

Bagaimana caranya?. Berikut selengkapnya sebagaimana dilansir PortalMadura.Com, Senin (6/9/2021) dari laman Idntimes.com:

Jangan Pernah Berikan Kode OTP ke Siapapun

Tips pertama dari Direktur Shopee Indonesia, Handika Jahja, agar belanja online tetap aman adalah dengan tidak memberikan kode one time password (OTP) ke siapapun dengan alasan apapun.

Kode OTP adalah kunci kedua yang tak kalah pentingnya dari password akun seseorang. OTP adalah kunci akses unik yang dibuat secara otomatis oleh sistem ketika ingin masuk ke akun di situs atau aplikasi online. Dengan kata lain, OTP adalah pelindung akun pribadi Anda.

“Sesuai kepanjangannya, sejatinya OTP adalah password yang harus dirahasiakan dan tidak boleh dibagikan ke siapapun. Tidak akan ada pihak yang meminta OTP-mu. Jika ada pihak yang mengatasnamakan entitas atau aktivitas tertentu dan menanyakan OTP-mu, maka janji manisnya patut dicurigai,” ujar Handika.

Ganti Password secara Berkala

Handika kemudian menyarankan bagi Anda yang gemar berbelanja online untuk kerap mengganti password atau kata sandi akun secara berkala. Selain itu, Anda juga bisa membuat password yang berbeda-beda di setiap akun online milik Anda.

“Ini akan menjadi perlindungan pertamamu jika salah satu aplikasi diretas, agar menjaga data-data yang tersimpan dalam aplikasi lainnya tetap aman,” tutur Handika.

Aktifkan Verifikasi Dua Langkah

Tips ketiga agar belanja online tetap aman adalah dengan mengaktifkan verifikasi dua langkah. Handika menyatakan, verifikasi dua langkah menjadi pengaman ganda saat oknum penjahat mencuri data Anda.

“Apabila mengaktifkan fitur keamanan ini, akunmu akan mendapatkan tambahan kunci akses selain password untuk dapat diakses,” kata dia.

Adapun, beberapa contoh fitur verifikasi dua langkah ini adalah kode OTP, verifikasi biometrik (sidik jari atau scan wajah), dan kode QR.

Waspada Terhadap Tautan atau Lampiran yang Mencurigakan

Dalam berbelanja online, Anda juga mesti mewaspadai penipuan dengan modus phishing. Karena, phishing mengacu pada upaya penipuan untuk melakukan tindak kriminal, mulai dari pencurian identitas, perusakan data, hingga pencurian uang.

Para penipu akan mendesain pesannya sehingga tampak berasal dari perusahaan sungguhan ataupun sumber yang terpercaya.

“Berawal dari disebarkannya email dan teks tiruan, lampiran atau unduhan palsu, spam kalender, bahkan diperkuat dengan panggilan telepon tipuan untuk mengecoh agar kamu sebagai korban rela memberikan informasi seperti password, OTP, nomor rekening, atau nomor kartu kredit,” ucap Handika.

Komentar