oleh

4 Hal Buruk yang Akan Terjadi Dibalik Diet Ekstrem

PortalMadura.Com – Pada umumnya untuk mendapatkan tubuh yang ideal, wanita melakukan diet. Bahkan ada yang sampai melakukan diet ekstrem untuk mewujudkan keinginan mereka.

Perlu Anda ketahui, diet ekstrem tidak dianjurkan bahkan dilarang untuk kesehatan. Jika diet ekstrem tetap dijalankan ada banyak masalah kesehatan terjadi. Seperti yang terjadi pada salah satu kasus nyata yang belum lama ini ramai dikabarkan yakni seorang wanita asal Israel yang hanya minum air putih dan jus selama tiga minggu. Bukannya berat badan turun, ia malah hampir meninggal karena tubuhnya kekurangan nutrisi.

Gempur Rokok Ilegal Pemkab Sumenep

BACA : Jelang Liga 3 Jatim 2021, Madura FC Masih Butuh Empat Laga Uji Coba

Contoh diet ekstrem di atas tentu saja dapat menyebabkan kerugian bagi tubuh. Bagi Anda yang juga tengah menjalani diet ekstrem, ada baiknya untuk berpikir ulang dan mengunjungi dokter untuk tahu diet yang sehat.

Berikut beberapa hal buruk yang bisa terjadi saat menjalani diet ekstrem.

Dehidrasi
Menurut seorang dokter penyakit dalam bernama Louis J. Aronne, jika melakukan olahraga pada umumnya, setiap keringat yang keluar mungkin bukan berasal dari lemak, namun dari air yang dibutuhkan oleh tubuh. Keringat berupa air/ion tubuh akan keluar jika seseorang membatasi atau berhenti mengonsumsi kalori, karbohidrat, dan glikogen.

Glikogen merupakan bentuk karbohidrat yang disimpan di hati dan otot. Glikogen melekat pada produksi air tubuh. Jika seseorang membakar semua kandungan glikogen tubuhnya, air/ion tubuh akan keluar. “Hal ini dapat menimbulkan dehidrasi,” kata Aronne.

Baca Juga : Awas, Saat Diet Anda Bisa Kehilangan Nutrisi Ini

Gula Darah Tak Stabil
Melakukan diet ekstrem dapat menghambat pasokan karbohidrat, protein, lemak, dan serat yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kadar gula darah dan insulin tetap stabil.

Selain gula darah, sebuah studi mengenai diabetes tahun 2013, mengatakan bahwa diet ekstrem dapat menyebabkan diabetes tipe 2, karena pemasokan insulin yang tidak beraturan.

Kerusakan Pada Otot
Sebuah penelitian dari Kongres Eropa tahun 2014, menemukan bahwa semakin cepat berat badan turun, maka seseorang akan kehilangan otot tiga kali lebih banyak dari pada yang melakukan penurunan badan yang lambat. Selain berpengaruh pada otot, penurunan badan yang cepat juga berisiko kematian dini.

Metabolisme Tubuh Melambat
Kerusakan otot berakibat pada laju metabolisme yang secara otomatis menjadi turun. Seorang ahli diet bernama Kristin Kirkpatrick menjelaskan bahwa jika metabolisme tidak berjalan dengan baik, hal tersebut akan membuat seseorang sering merasa kelaparan, bahkan dapat memicu kematian.

Itulah beberapa hal buruk yang akan terjadi bila Anda melakukan diet ektrem. Semoga bermanfaat.

Dapatkan Berita terbaru dari kami via Telegram

Komentar