oleh

4 Keutamaan Rajin Bekerja dalam Islam

PortalMadura.Com – Seseorang yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, maka mereka berada di jalan Allah. Islam juga sangat mendorong umatnya untuk giat bekerja, bukan menjadi pengangguran, sehingga menjadi beban bagi orang lain.

Sebagaimana dalam sebuah hadis, dari Ka’ab bin Ujrah, ia berkata: “Seorang laki-laki melewati Rasulullah dan para sahabat melihat keuletan serta kerajinannya.” Kemudian mereka mengatakan, “Wahai Rasulullah, apakah lelaki ini berada di jalan Allah?” Rasulullah bersabda, “Jika ia keluar bekerja untuk (memenuhi kebutuhan) anaknya yang masih kecil maka ia berada di jalan Allah”.

“Jika ia keluar bekerja untuk (memenuhi kebutuhan) kedua orang tuanya yang sudah renta maka ia berada di jalan Allah. Jika ia keluar bekerja (memenuhi kebutuhan) dirinya agar tidak meminta-minta maka ia berada di jalan Allah, dan jika ia keluar bekerja untuk kesombongan dan riya maka ia berada di jalan setan” (HR Thabrani).

Selain itu, dalam banyak ayat Alquran pun mendorong seseorang agar giat bekerja. Yaitu: “Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu…” (QS al-Baqarah : 29).

“Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya…” (QS al-Mulk : 15).

“Apabila telah ditunaikan salat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung” (QS al-Jumuah : 10).

Loading...

Baca Juga: 7 Etika Bekerja dalam Pandangan Islam

Selain untuk memenuhi kebutuhan diri, keluarga, dan orang tua, ada banyak keutamaan yang akan didapat seorang mukmin yang giat bekerja. Maka dari itu, bersungguh-sungguhlah dalam bekerja.

Berikut empat keutamaan rajin bekerja:

Meraih Cinta Allah
Dalam hal ini Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai orang mukmin yang bekerja” (HR Thabrani, Baihaqi, dan al-Mundziri).

Diampuni Dosanya
Rasulullah bersabda: “Barang siapa bersore hari dalam kondisi kelelahan karena pekerjaan yang dilakukannya maka ia bersore hari dalam keadaan diampuni (oleh Allah)” (HR Thabrani, al-Mundziri, dan al-Ashbahani).

Disejajarkan Kedudukannya dengan Para Syuhada
Dalam hal ini, Rasulullah bersabda: “Pedagang yang amanah dan benar akan bersama dengan para syuhada di hari Kiamat nanti” (HR Ibnu Majah dan Al Hakim).

Sebagai Mujahid di Jalan Allah
Rasulullah bersabda: “Barang siapa bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya maka ia serupa dengan seorang mujahid di jalan Allah” (HR Ahmad).

Untuk itu, semoga Allah memberikan kekuatan dan kesehatan kepada Anda para laki-laki (suami) agar dapat menafkahi anak dan istri (keluarga) dari penghasilan yang halal, dan menjadikan anak dan istri yang pandai bersyukur atas usaha para suami. Wallahu A’lam.


Rewriter : Salimah
Sumber : republika.co.id

Berita PortalMadura Aplikasi Android PortalMadura
Loading...
Tirto.ID
Loading...

Komentar