oleh

4 Sifat Manusia yang Bertakwa Pada Allah Menurut Ali Bin Abi Thalib

PortalMadura.Com – Pada hakikatnya, menjalankan ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh bertujuan untuk meraih derajat ketakwaan di sisi Allah SWT. Hal ini sebagaimana nasihat salah seorang sahabat Rasulullah, yakni Ali bin Abi Thalib.

“Puasa harus berbekas pada perubahan mentalitas ke arah yang lebih baik. Mengutip ungkapan Sayyidina Ali Bin Abi Thalib, bahwa orang yang bertakwa mempunyai empat sifat utama,” kata Ustaz Mukti Bisri.

Ustaz Mukti Bisri mengutip nasihat dari sahabat yang berjulukan ‘karramallahu wajhah‘ itu, bahwa ada empat sifat manusia yang bertakwa kepada Allah SWT. Apa saja?.

Berikut ini empat sifat orang bertakwa menurut Ali bin Abi Thalib:

Ciri pertama, Al-Khaufu minal-Jalil, yakni manusia yang merasa takut kepada Allah SWT yang mempunyai sifat Maha Agung. Kedua, Al-‘Amalu bi At-Tanzil, manusia yang beramal dengan apa yang diwahyukan oleh Allah SWT.

Ciri ketiga, lanjut Mukti, Ar-Ridha bil-Qalil, merasa cukup dan rida dengan pemberian Allah SWT, meskipun hanya sedikit. “Orang yang berpuasa harus bersyukur atas nikmat pemberian Allah, walaupun hanya sedikit,” kata Ustaz Mukti.

Loading...

Alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu, menguraikan syukur sebagai kunci keberkahan karunia Allah. Nilai berkah diumpamakan sebagai satu tangkai yang mampu mengeluarkan banyak biji dan buah. Dari satu tangkai mampu mengenyangkan ruang perut manusia yang banyak.

Kemudian, Ustaz Mukti melanjutkan, dengan ciri manusia bertakwa yang keempat, Al-Isti`dadu li Yaumir-Rahil, yaitu sentiasa mempersiapkan bekal untuk menghadapi kematian dan kembali menghadap Allah.

Baca Juga: Kenali 5 Tipe Wanita Menurut Alquran, Anda Termasuk yang Mana?

Di hadapan jemaah Zuhur, Ustaz Mukti mengatakan jika empat ciri orang bertakwa itu ada pada seseorang, maka dia telah mampu mencapai derajat muqarrabin (dekat dengan Allah).

Lebih lanjut, Ustaz Mukti mengutip Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, Ustadz Mukti menjelaskan bahwa orang yang berpuasa mempunyai tiga tingkatan, yaitu: puasa orang awam, puasanya orang yang khusus (khawash), dan puasanya orang yang khawasul khawash.

Muqarrabin (tidak mementingkan duniawi) adalah derajat tertinggi, orang yang berpuasa sebagaimana melengkapi dirinya dengan empat sifat di atas,” tuturnya.


Rewriter : Salimah
Sumber : republika.co.id


Berita PortalMadura
Loading...

Komentar