oleh

4 Strategi Cerdas untuk Kuatkan Komunikasi Orang Tua dengan Remaja

PortalMadura.Com – Di zaman sekarang ini, pengaruh teman sebaya terhadap anak, terutama remaja memang sangat besar. Bahkan, pengaruh mereka lebih dominan dibandingkan dengan cara mendidik orang tua.

“Pemikiran bahwa anak adalah sumber pasif yang mudah dibentuk oleh orang tua adalah omong besar. Kelompok teman sebaya anak atau remaja lah penentu yang jauh lebih besar dibanding aspirasi orang tua. Hal ini akan terkait dengan perkembangan dan prestasi mereka nantinya” kata ahli bahasa, psikolog sekaligus ilmuan kognitif asal Kanada, Steven Parker.

Jadi, hal tersebut mudah dipahami bila melihat pada usia remaja, persentase waktu anak bergaul dengan kawan sebayanya jauh lebih besar daripada berkumpul dengan orang tua. Saat berkumpul dengan kawan sebaya itulah, terjadi proses pertukaran pengaruh, seperti penampilan, sikap, dan bahkan perilaku. Sayangnya, banyak orang tua tidak terlalu mempermasalahkan anak remaja banyak bergaul bersama kawan sebayanya. Alasannya, itu hal yang normal, dan hak remaja.

Masalah yang muncul kemudian, tidak jarang hubungan antara remaja dan orang tua menjadi kurang dekat bahkan sering melahirkan konflik. Idealnya, orang tua tetap memiliki ikatan dan komunikasi yang tidak kalah kuat dengan ikatan anak remaja dengan teman sebayanya. Hal itu penting agar pengaruh negatif tidak memengaruhi dan merusak karakter anak.

Berikut empat strategi untuk menguatkan komunikasi orang tua dengan anak menurut Sahabat Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan:

Menghargai Keberadaan Kawan Sebaya
Dukunglah anak remaja untuk bergaul dengan kawan sebayanya. Namun, pastikan bahwa pergaulan remaja itu membawa dampak positif bagi anak. Akan lebih baik lagi, apabila orang tua kenal dengan kawan-kawan anak dan sesekali ikut bergaul. Lakukan pembicaraan dengan anak tentang teman-temannya sebagai bentuk penghargaan atas keberadaan mereka.

Nasihati Anak dengan Halus Namun Tegas
Perlu disadari, berbicara kasar membuat anak remaja tergores harga dirinya. Apabila orang tua memiliki tujuan untuk menasihati lakukan dengan cara halus namun tetap tegas. Hal tersebut membuat anak remaja mau menerima nasihat dengan baik pula.

Sering Mengajak Anak Mengobrol Santai
Sesibuk apapun orang tua, sempatkan waktu untuk berbagi, berbincang dan diskusi dengan anak tentang berbagai macam hal. Topik-topik tersebut bisa tentang kegiatan ekstrakurikuler, perkembangan akademik, film yang sudah ditonton bersama kawan, atau topik-topik serius seperti korupsi di Indonesia dan sebagainya. Interaksi dan komunikasi intens membuat hubungan orang tua dan anak lebih kuat dan harmonis.

Memberi Contoh Nyata
Dalam aktivitas pengasuhan, contoh ataupun teladan adalah kunci utama penanaman perilaku positif pada anak. Bila orang tua juga memperlakukan baik orang tuanya, kakek atau nenek, maka remaja tersebut mendapatkan contoh dan teladan nyata dalam berperilaku. (kompas.com/Salimah)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.