oleh

4 Wisata di Pontianak yang Super Keren

PortalMadura.Com – Jika Anda berkunjung ke Kalimantan Barat, rasanya tidak sah jika Anda tidak mampir ke kota Pontianak. Yah, salah satu kota yang sangat terkenal dengan garis khatulistiwanya. Kota ini termasuk kota yang menjadi salah satu wilayah di dunia yang dilalui oleh garis imajinasi yang membagi bumi menjadi dua bagian , yaitu utara dan selatan. Dipontianak juga terdapat sebuah tugu tepat di lokasi yang diduga sebagai garis tengah bumi tersebut.

Yang membuat Pontianak semakin Indah, karena Pontianak juga dilalui oleh dua sungai yaitu Sungai Kapuas dan Sungai Landak. Dua sungai inilah yang tergambar dalam logo kota. Namun tahukah Anda, selain keindahan tadi ternyata Pontianak juga memeiliki banyak sekali destinasi wisata yang super keren yang wajib Anda tahu dan sangat sayang jika dilewatkan. Dilansir dari anekatempatwisata.com, Selasa (11/5/2021) inilah beberapa destinasi Pontianak yang super keren:

Karaton Kadriah

Keraton Kadariah (Keraton Qadriah) adalah istana Kesultanan Pontianak yang dibangun pada dari tahun 1771 sampai 1778 masehi. Sayyid Syarif Abdurrahman Al-qadrie adalah sultan pertama yang mendiami istana tersebut. Keraton ini berada di dekat pusat Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Sebagai cikal-bakal lahirnya Kota Pontianak, Keraton Qadriah menjadi salah satu objek wisata sejarah. Dalam perkembanganya, keraton ini terus mengalami proses renovasi dan rekrontuksi hingga menjadi bentuk yang sekarang ini.

Struktur bangunan Keraton Kadariah terbuat dari kayu pilihan. Pada bagian depan, tengah, dan kiri depan Keraton kita dapat melihat 13 meriam kuno buatan Portugis dan Prancis. Sebuah ruangan berupa mimbar yang menjorok kedepan yang dulunya digunakan Sultan sebagai tempat peristirahatan atau untuk sekadar untuk menikmati keindahan pemandangan sungai kapuas dan sungai landak. di ruangan ini juga kita dapat melihat Genta, sebuah alat yang dulunya dipakai untuk penanda adanya marabahaya.

Makam Kesultanan Batulayang

Makam Kesultanan Pontianak di Batu Layang merupakan aset ketiga warisan Kesultanan Pontianak sesudah Istana Kadriah dan Mesjid Sultan Abdurrahman. Konon ketiga lokasi ini mempunyai letak dengan garis lurus dari istana, dari arah timur ke barat. Komplek pemakaman dikhususkan bagi para Sultan Pontianak dan keluarganya. Makam Sultan Pontianak terletak di tepian Sungai Kapuas yang dahulunya hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki, namun saat ini akses menuju lokasi tersebut sudah dapat mengunakan kendaraan. Makam Sultan Pontianak dikunjungi oleh peziarah dan wisatawan untuk mengetahui lebih lengkap tentang riwayat para Sultan Pontianak, dengan segala bukti keberadaannya.

Masjid Jami Pontianak

Pendiri masjid sekaligus pendiri Kota Pontianak adalah Syarif Abdurrahman Alkadrie. Ia seorang keturunan Arab, anak Al Habib Husein, seorang penyebar agama Islam dari Jawa. Al Habib Husein datang ke Kerajaan Matan pada 1733 Masehi. Al Habib Husein menikah dengan putri Raja Matan (kini Kabupaten Ketapang) Sultan Kamaludin, bernama Nyai Tua. Dari pernikahan itu lahirlah Syarif Abdurrahman Alkadrie, yang meneruskan jejak ayahnya menyiarkan agama Islam.

Terdapat enam pilar dari kayu belian berdiameter setengah meter di dalam masjid. Dua pelukan tangan orang dewasa tak akan mampu mencapai lingkaran pilar. Selain pilar bundar, juga ada enam tiang penyangga lainnya yang menjulang ke langit-langit masjid, berbentuk bujur sangkar.

Rumah Betang Radakng

Letaknya yang berada di Komplek Perkampungan Budaya di Jalan Sutan Syahrir Kota Baru Pontianak menjadikan rumah radakng sebagai ikon baru kota Pontianak setelah Tugu Khatulistiwa. Rumah adat raksasa tersebut telah diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat, pada tahun 2013 silam. Dalam peresmiannya tersebut disampaikan bahwa rumah adat yang menjadi kebanggaan Provinsi Kalimantan Barat bisa digunakan untuk pengembangan dan pelestarian adat istiadat serta sebagai ikon pariwisata di Kalimantan Barat. Dengan demikian, kehadiran rumah radakng ini memberikan arti positif bagi pengembangan pariwisata di Pontianak dan juga Kalimantan Barat secara umum. Pemanfaatannya bisa untuk kegiatan seni dan budaya yang tentunya akan menarik wisatawan untuk terus berkunjung. Para wisatawan yang berkunjung, nantinya akan disiapkan berbagai macam suvenir yang berupa miniatur dari rumah adat tersebut. Rumah adat ini mampu menampung 600 orang di ruang utamanya. Sementara untuk halamannya juga didesain cukup luas untuk digunakan berbagai aktivitas budaya lainnya. Rumah adat raksasa kebanggaan masyarakat Dayak ini terbuat dari kayu yang ukurannya sangat besar dan panjang. Sangat megah dan indah dipandang.

Nah, itulah 4 wisata Pontianak yang harus Anda tahu, jadi jika selama ini yang Anda tahu hanya tugu khatulistiwanya, dengan membaca artikel ini akan menambah wawasan Anda, Semoga bermanfaat.

Rewriter : Fianolita Purnaningtias
Sumber : anekatempatwisata.com

Komentar