oleh

468 Hektar Padi Di 24 Desa Terendam Banjir

SUMENEP (PortalMadura) – Sebanyak 468 hektar padi yang tersebar di 24 desa, enam kecamatan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur terendam banjir.

“Enam kecamatan itu, satu diantaranya dikepulauan yakni Arjasa sebanyak 10 desa dengan luas 232 hektar. Selebihnya didaratan, yakni kecamatan Kota terdapat empat desa seluas 78 hektar. Kecamatan Dungkek ada 110 hektar, tersebar di enam desa,” kata Bambang Heriyanto, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Disperta) Sumenep, Senin (27/01/14).

Selain itu di Kecamatan Manding berada di satu desa yakni Desa Lanjuk sebanyak 20 hektar, Kalianget, satu desa, Kalimo’ok seluas 45 hektar dan Kecamatan Batang-Batang berada di Desa Nyabakan dan Jenangger seluas 3 hektar.

“Penyebabnya intensitas curah hujan sangat tinggi selama satu pekan terahir ini,” ujarnya.

Hingga saat ini, sambung Bambang, lahan yang terendam banjir itu sudah mulai surut. Namun, jika dalam waktu dekat ini terjadi hujan susulan, dipastikan ratusan hektar lahan padi akan gagal tanam karena mayoritas padi masih berumur 1 bulan.

“Sekarang sudah mulai surut, kalau hujan lagi, ya bisa jadi gagal dan para petani harus menanam kembali,” jelasnya.

Agar persoalan banjir ini bisa teratasi, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pengairan yang mengurusi saluran air diwilayah lahan padi.

“Harus ada penanggulangan dari lintas sektor, tidak bisa hanya Disperta,” pungkasnya. (arif/htn)


Tirto.ID
Loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

portalmadura.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE