oleh

5 Cara Mengatasi Sifat Posesif Anak

PortalMadura.Com – Setiap orang tentu memiliki sikap dan karakteristik yang berbeda beda dari orang lain dan menjadikannya khas. Sifat yang ditunjukan oleh masing masing individu tersebut terkadang tidak disukai oleh individu lain ketika berinteraksi atau menjalin hubungan. Umumnya, fase posesif ini berlangsung ketika anak berusia 18 bulan hingga empat tahun. Pada masa ini, jangan heran jika anak mudah menangis atau marah saat benda miliknya digunakan orang lain.

Sifat posesif salah satu sifat yang tidak disukai, dapat diartikan sebagai keadaan dimana individu tidak cukup nyaman dan aman dengan hubungan yang dijalaninya. Dilansir dari laman Popmama.Com, Kamis (26/11/2020) berikut cara mengatasi sifat posesif anak.

Kenalkan Konsep Berbagi Secara Bertahap

Kepemilikan dan berbagi adalah konsep yang rumit bagi anak. Oleh karena itu, Anda harus membimbingnya secara bertahap. Awali dengan mengajak anak berbagi dengan Ayah dan Ibunya. Orang tua adalah zona nyaman anak dimana anak tidak perlu takut barangnya akan direbut.

Selain itu, ajak anak berbagi benda yang dimiliki dalam jumlah banyak, seperti boneka atau buku gambar. Jadi anak tidak akan kaget karena tiba-tiba merasa kehilangan.

Ajak Anak Bermain dengan Sesamanya

Sama halnya dengan orang dewasa, seorang anak juga perlu memiliki lingkaran pertemanan. Bukan hanya untuk bersenang-senang, tapi juga untuk saling belajar.

Oleh karena itu, seringlah mengajak anak bermain dengan sesamanya. Dari kegiatan bermain ini, anak akan belajar cara sosialisasi secara langsung, termasuk cara berbagi dengan sesamanya.

Terapkan Sistem Bergilir

Ketika anak memperebutkan sesuatu dengan saudara atau temannya, hindari mengambil langsung barang yang menjadi rebutan. Sebagai alternatif, buatlah sistem bergilir.

Misalnya, anak harus bergantian bermain ayunan setiap 15 menit. Cara tersebut, membuat anak memahami bahwa berbagi tidak selalu berarti benda miliknya akan hilang diambil orang lain.

Berikan Teladan Berbagi

Anak-anak adalah peniru ulung. Mereka lebih cepat belajar dengan melihat orang lain daripada hanya dengan kata-kata. Oleh karena itu, Anda sebagai orang tua juga harus memberikan teladan yang baik dalam berbagi.

Jangan sampai Anda memarahi anak karena tidak mau berbagi sedangkan Anda sendiri tidak mau berbagi. Anak pun akan meragukan dan tidak mengacuhkan kata-kata Anda.

Sabar dalam Membimbing Anak

Berbagi adalah konsep yang rumit bagi anak. Anda tidak bisa memaksa anak untuk langsung memahami dan menjalankannya. Oleh karena itu, Anda harus selalu sabar dalam membimbing anak.

Jangan marah atau menyerah ketika anak masih tidak mau berbagi. Seiring dengan bertambahnya kedewasaan anak, anak pasti akan mulai mengerti.

Rewrite : Oktaviana Dwi K.K
Sumber : Popmama.Com