5 Cara Mengatur Uang Saku Anak, Yuk Mulai Sejak Dini

Rewriter: Putri KuzaifahRujukan: Idntimes.com
5-Cara-Mengatur-Uang-Saku-Anak,-Yuk-Mulai-Sejak-Dini
Ilustrasi (avrist.com)
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Mendidik anak dengan didikan yang tepat sudah seharusnya dilakukan oleh orang tua sejak dini. Misalnya soal mengajarkan anak mengatur uang saku. Hal ini tidak lain agar anak tidak mudah menggunakan uangnya untuk yang tidak perlu.

Di samping itu, anak juga perlu diajarkan bagaimana menyisihkan uang sakunya untuk menabung. Dengan demikian, ia akan terbiasa mengatur uang sejak kecil. Terlepas dari itu, para orang tua biasanya sering bingung menentukan besaran uang saku anak.

Nah, berikut ini cara menentukan uang saku untuk anak yang dirangkum IDN Times dari berbagai sumber:

Beri Pemahaman Fungsi Uang Kepada Anak

Seberapa besar pun uang saku yang Anda berikan untuk anak, aspek ini penting untuk diajarkan. Anak perlu memahami uang dan fungsinya dalam kehidupan. Tujuannya, agar mereka bisa lebih bijak menggunakan uang yang diberikan, tidak perduli seberapa besar uang saku tersebut.

Misalnya, Anda ingin memberikan uang saku kepada anak Anda yang duduk di bangku sekolah dasar (SD) dengan nominal Rp5 ribu. Ajarkan pada anak Anda bahwa uang tersebut tidak hanya untuk jajan, tetapi juga untuk ditabung sebagian.

Jangan lupa, ajarkan anak juga agar menggunakan uangnya untuk berinvestasi melalui uang yang sudah disisihkan.

Pahami Kebutuhan Anak

Memang orang tua bisa memberi berapa pun uang saku untuk anak. Namun, Anda juga harus perhatikan kebutuhannya. Tidak mungkin Anda menyamakan uang saku untuk anak Anda yang masih SD dengan yang sudah SMA. Tentu, mereka punya kebutuhan yang berbeda-beda.

Misalnya, anak Anda yang di SMA butuh uang saku lebih besar karena ada kegiatan ekstrakulikuler maupun untuk keperluan tugas. Sementara anak Anda yang SD hanya perlu untuk keperluan alat tulis saja. Umumnya, uang jajan anak mencakup lima pos, yakni membeli makan di kantin, transportasi, menabung, dana sosial dan gaya hidup.

Anda Bisa Kelompokkan Besaran Uang Saku

Cara ini juga bisa dilakukan kalau Anda sudah melakukan dua aspek di atas. Yap, Anda bisa menentukan besaran uang saku untuk anak mulai dari harian, mingguan atau bulanan.

Kalau bulanan, itu artinya Anda memberikan uang saku untuk dia selama satu bulan. Sisi positifnya tentu anak akan putar otak mengatur uang tersebut selama satu bulan. Dampak negatifnya bila gagal mengatur uang bulanan dengan baik, maka uang saku tersebut bisa saja ludes tidak sampai satu bulan.

Beri Pemahaman Anak tentang Pengelolaan Uang Tidak Hanya dari Uang Saku

Selain uang saku, anak biasanya akan dapat tambahan uang dari pihak-pihak lain, khususnya saat momen Idul Fitri maupun saat bersilaturahmi. Oleh sebab itu, Anda harus bisa mengajari anak tentang pengelolaan uang tersebut. Beritahu mereka bahwa uang tersebut harus disimpan untuk kebutuhan yang lebih penting di masa depan.

Jangan Kasih Anak Uang Jajan Tambahan

Orang tua sebaiknya menghindari pemberian uang jajan tambahan kepada anak jika jatah yang sudah diberikan telah habis. Hal ini tentu akan membuat mereka menganggap remeh uang saku yang sudah diberikan.

Dengan tidak memberikan uang jajan tambahan, orang tua juga mengajarkan tanggung jawab terhadap uang saku yang telah diberikan. Bila memang ada kebutuhan sekolah lain yang di luar kemampuan uang sakunya, maka Anda bisa membelikannya secara langsung, sehingga uang saku mereka bisa ditabung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.