5 Cara Stimulasi Anak Supaya Cerdas

5 Cara Stimulasi Anak Supaya Cerdas
ilustrasi
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Setiap anak sebenarnya terlahir cerdas, dan menjadi tugas orang tua untuk bisa meningkatkan kecerdasan si kecil tersebut. Salah satu cara yang bisa dilakukan, yaitu dengan stimulus yang tepat sejak dini.

Melansir dari laman suara.com, Selasa (23/7/2019), seorang dokter spesialis anak di Indonesia, Psikolog Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani S PSi, M,Si, Psi, mengungkapkan bahwa kecerdasan seorang anak dipengaruhi oleh dua faktor yang saling berkaitan, orang tua dan lingkungan.

Orang tua yang cerdas bisa menjadikan anaknya orang yang cerdas, apabila hal ini didukung oleh stimulasi sejak dini.

“Stimulasi dini adalah rangsangan yang dilakukan sejak bayi baru lahir (sebaiknya sejak janin usia enam bulan) untuk merangsang semua sistem indra pendengaran, penglihatan, perabaan, pembauan, dan pengecapan. Stimulasi dini hendaknya dilakukan setiap hari,” ujarnya.

Lalu, apa saja sih stimulasi yang penting ditanamkan agar anak cerdas?.

Berikut ini lima cara stimulasi anak yang bisa orang tua lakukan:

1. Sibukkan anak dengan kegiatan yang asyik supaya si kecil lupa dengan gadgetnya. Mengenalkan anak interaksi yang menyenangkan bisa mengurangi risiko kecanduan gadget pada anak sejak dini.

2. Sering ajak anak mengobrol, membacakan buku untuknya hingga mengenalkan warna-warni.

3. Orang tua juga bisa mengajak anak bermain dengan teman seumurannya. Kegiatan yang aktif seperti di taman bermain bisa melatih sosialnya.

4. Mulai kenalkan angka, kemampuan berkomunikasi dan berbahasa, kecerdasan musikal, gerak, visuospasial, seni rupa, dan lain-lain.

5. Sebaiknya stimulasi dilakukan setiap kali ada kesempatan berinteraksi dengan bayi atau balita. Orang tua tentu dapat melakukannya kapan saja, misalnya ketika memandikan bayi, mengganti popok, menyusui, menyuapi makanan, dan lain-lain.

Baca Juga: Cara Memberikan Stimulasi Kecerdasan Pada Si Kecil

Stimulasi anak sejak dini harus diberikan dalam suasana yang menyenangkan untuk meningkatkan kecerdasan si kecil. Jangan memberikan stimulasi secara terburu-buru dan dengan paksaan. Jangan pula orang tua memaksakan kehendak diri sendiri, misalnya ketika bayi sedang ingin bermain hal yang lain.

Pasalnya, stimulasi emosional yang negatif seperti sedang marah atau bosan akan diingat oleh anak sehingga menimbulkan ketakutan pada si kecil. Agar anak cerdas dan berkembang dengan baik, berikan stimulasi dini dengan penuh kasih sayang dan kegembiraan. Karena ibu yang cerdas dan bahagia tentu akan membuat anak juga cerdas dan periang.


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.