5 Cara Tak Jadi Korban Penipuan Phishing

Editor: Desy Wulandari
5 Cara Tak Jadi Korban Penipuan Phishing
Ilustrasi (Borneo Tribun)
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Pengguna internet Indonesia makin sering melakukan aktivitas belanja online. Apalagi mendekati momen-momen besar. Seperti lebaran Idul Fitri, Natal dan lain sebagainya. Apalagi semakin beragam dan banyaknya toko online yang menjadikan transaksi online semakin diminati.

Namun di lain sisi maraknya belanja online dan transaksi digital dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber menjerat korban, salah satunya melalui serangan phishing. Dengan tujuan mendapatkan keuntungan finansial dari penipuan phishing ke pengguna. Biasanya halaman phishing paling sering dirancang untuk meniru toko online, sistem pembayaran, hingga perbankan.

Sehingga sebagian besar pelaku transaksi online tertipu dan menjadi korban penipuan phishing. Namun ternyata ada beberapa cara untuk menghindarinya. Bagaimana caranya? Sebagaimana dilansir PortalMadura.Com dari laman liputan6.com, berikut ini penjelasannya:

Jangan Asal Klik

Jangan pernah mengklik tautan mencurigakan yang dikirimkan kepada Anda melalui SMS, WhatsApp, atau platform lainnya.

Chat Hanya dengan Saluran Komunikasi Resmi Perbankan

Saat ini marak penipuan phishing yang berasal dari komunikasi dengan akun tidak resmi, yang mengatasnamakan sebagai bank.

Sebaiknya sebelum memulai komunikasi, penting bagi pengguna untuk mengidentifikasi keaslian saluran komunikasi tersebut. Misalnya akun Twitter bank harusnya punya centang biru.

Baca Juga:  Pilih Portable Speaker yang Punya 4 Keunggulan Ini, Apa saja?

Begitu juga dengan saluran komunikasi resmi lainnya mulai dari media sosial, situs web, email, hingga WhatsApp resmi.

Hal ini sangat penting dilakukan untuk menghindari penipu yang meniru bank terkait. Jangan sampai mau mengadukan keluhan malah nasabah kehilangan tabungan gara-gara berkomunikasi dengan akun bodong.

Aktifkan Notifikasi

Penting juga untuk mengaktifkan notifikasi real-time di ponsel pengguna. Hal ini bisa membantu Anda bertindak cepat jika ada notifikasi otorisasasi akun perbankan yang tak pernah Anda minta.

Misalnya, tiba-tiba ada SMS berisi kode OTP dari bank. Padahal, Anda tidak pernah meminta kode tersebut.

Di saat seperti ini, Anda bisa langsung mengajukan keluhan ke bank karena tidak pernah mencoba login ke perangkat lainnya. Upaya percobaan masuk oleh orang lain pun bisa dihindari.

Jangan Gegabah Bertransaksi

Perayaan yang megah biasanya akan mengarah pada kecepatan untuk mendapatkan penawaran terbaik dalam waktu terbatas.

Ingatlah untuk selalu berpikir dua kali sebelum berbelanja online. Sangat disarankan agar Anda dapat menghindari risiko penipuan online.

Baca Juga:  Pilih Portable Speaker yang Punya 4 Keunggulan Ini, Apa saja?

Jangan bagikan OTP

OTP alias one time password kini banyak dipakai penyedia layanan digital untuk mengakses layanan digital. Mulai dari perbankan, akun e-commerce, email, sampai ke WhatsApp.

Kalau tidak ingin jadi korban penipuan online, jangan pernah membagikan informasi apa pun, termasuk kode OTP ke siapa pun.

Ingat, kode OTP sifatnya adalah rahasia. Pantang dibagikan kepada siapa pun, apalagi orang yang pura-pura menawarkan bantuan online ke Anda.

Aktifkan Otentikasi Dua Faktor untuk Melindungi Akun

Ada banyak serangan phishing yang bertujuan untuk membajak akun.

Namun saat penyerang mendapatkan login dan kata sandi, kita masih bisa mencegah mereka mengakses akun digital kita dengan cara mengaktifkan otentikasi dua faktor (two-factor authentication).

Metode ini juga biasa disebut two step authentication.


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.