5 Fraksi DPRD Sumenep Kompak Dorong Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan

Avatar of PortalMadura.com
Penulis: HartonoEditor: Putri Kuzaifah
5 Fraksi DPRD Sumenep Kompak Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan
Kiri, Bupati Sumenep Achmad Fauzi dan Pimpinan DPRD Sumenep Faisal Mukhlis pada Rapat Paripurna DPRD Sumenep dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Nota Penjelasan Bupati Sumenep atas Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2021 (@portalmadura.com)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – Lima fraksi di lingkungan DPRD Sumenep, Madura, kompak mendorong adanya peningkatan kualitas layanan kesehatan di Sumenep.

Itu disampaikan pada Rapat Paripurna DPRD Sumenep, Jumat (10/6/2022). Pimpinan rapat Faisal Mukhlis dan hadir langsung Bupati Sumenep Achmad Fauzi.

Agenda rapat paripurna, yakni Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-Fraksi (7 fraksi) terhadap Nota Penjelasan Bupati Sumenep atas Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun 2021.

Lima dari tujuh fraksi yang kompak mendorong adanya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, meliputi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat (PD).

Selain itu, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindera). Sedangkan dua fraksi lainnya, yakni PDI Perjuangan (PDIP) dan Fraksi Nasdem Hanura Sejahtera (NHS) tanpa catatan.

Melalui juru bicanya, Syaiful Bari dari Fraksi PPP menempatkan pada urutan pertama soal pelayanan kesehatan di Sumenep.

“Fakta dilapangan, kualitas pelayanan pemerintah daerah dibidang kesehatan masih terbilang buruk dan tak sedikit dari masyarakat memberikan rapor merah terhadap kualitas pelayanan,” katanya.

Hal tersebut, kata dia, diakibatkan dari kecenderungan oknum petugas medis yang terkesan tebang pilih antara pasien yang menggunakan fasilitas kesehatan gratis seperti KIS, Jamkesda dan SPM dengan pasien yang menggunakan fasilitas umum.

Fraksi PKB melalui juru bicaranya Abu Hasan, pada poin keempat juga menyoroti kesehatan. Namun, lebih pada ketersediaan infrastruktur dan ketersediaan tenaga medis.

Baca Juga:  Porprov Jatim, Atlet Judo Sumenep Sumbang Medali Perdana

“Ketersediaan puskesmas-puskemas pembantu (Pustu), pondok bersalin desa (Polindes) dan pondok kesehatan desa (Ponkesdes) atau pos kesehatan desa yang memadai serta ketersedian dokter, bidan perawat yang mempuni sesuai harapan masyarakat, sangat perlu diprogramkan secara merata,” katanya.

Alasannya, untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, juga mengurangi terkonsentrasinya pasien ke rumah sakit yang sering kali over load dan alat medis yang kurang memadai sehingga mengakibatkan terlambatnya pelayanan terhadap pasien.

“Sehingga dapat menimbulkan anggapan kurang baik dari masyarakat,” tegasnya.

Sedangkan Fraksi Partai Demokrat (FPD) lebih mendorong pada pembenahan pelayanan kesehatan di kepulauan, bahwa dibidang layanan kesehatan masyarakat, masih mengalami persoalan yang cukup serius, terutama di wilayah kepulauan.

Ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan di kepulauan masih sangat memperihatinkan. Pembangunan puskesmas bukanlah satu-satunya jawaban bahwa problem kesehatan di kepulauan sudah selesai tertangani dengan baik.

Kurangnya sarana penunjang medis serta tenaga medis menjadi salah satu faktor belum maksimalnya penanganan dan pelayanan medis di kepulauan.

“Ini harus dilakukan perbaikan yang serius. Hal tersebut harus mendapat perhatian lebih dan menjadi prioritas perbaikan oleh pemerintah daerah”. Catatan pada poin 4 FPD.

Hal senada disampaikan Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), bahwa sarana dan prasarana yang ada, bisa di bilang kurang layak untuk memberikan pelayanan kesehatan. Banyak gedung kesehatan yang sudah tidak layak. Kondisi itu harus menjadi pekerjaan rumah besar oleh pemerintah Kabupaten Sumenep demi tercapainya masyarakat yang sehat dan tangguh terhadap penyakit.

Baca Juga:  Dibaca Setelah Salat, 5 Doa Nabi Musa yang Bisa Selesaikan Masalah

Fraksi Gerindera berharap, agar kualitas pelayanan kepada masyarakat yang selama ini menjadi masalah utama, untuk segera diselesaikan. Sehingga nantinya tolak ukur peningkatan derajat kesehatan masyarakat sudah seharusnya diimbangi dengan sarana, prasarana dan SDM pelayan kesehatan yang mumpuni.

Sementara, Fraksi Nasdem Hanura Sejahtera (NHS) dan Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) nyaris tanpa catatan.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan Zainal Arifin menyampaikan, bahwa sudah ada peningkatan dibeberapa sektor, seperti pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, infrastruktur, ekonomi dan juga lainnya.

“Bahkan sudah mendapat beberapa apresiasi yang berupa penghargaan,” kata Zainal Arifin saat menyampaikan pandangan umum frakasinya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.