oleh

5 Keluhan yang Paling Sering Dirasakan Saat Hamil Muda

PortalMadura.Com – Wanita yang tengah hamil muda pasti akan sangat bahagia karena akan menjadi seorang ibu. Namun, kondisi ini masih rawan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti keguguran. Oleh karena itu, sangat disarankan agar calon ibu lebih banyak istrahat.

Biasanya wanita yang hamil muda mempunyai beberapa keluhan, entah itu ringan atau berat. Nah, ini keluahan yang umum dirasakan seorang wanita yang hamil muda. Apa saja?

Berikut ini ulasannya:

Mual Muntah
Keluhan mual dan muntah pada ibu hamil normal terjadi pada tiga bulan pertama, yakni pada usia kehamilan 8 pekan sampai 16 pekan. Mual terjadi karena peningkatan hormonal saat hamil tapi akan turun karena diambil alih oleh hormon pembentuk plasenta. Pemakaian obat bisa menjadi solusi walaupun tidak bisa menghilangkan, melainkan hanya bisa mengurai rasa sakit.

Lebih Sensitif pada Bau
Jadi lebih sesnitif pada bau saat hamil muda ini disebabkan meningkatnya kadar hormon estrogen. Beberapa studi yang dilakukan menunjukkan perempuan dengan kadar hormon estrogen tinggi memiliki sensitivitas yang lebih besar.

Para peneliti menuturkan kepekaan yang lebih tinggi pada bau dan rasa yang dialami ibu hamil kadang bisa memicu morning sickness kemudian ibu bisa jadi lebih selektif. Kondisi ini umumnya terjadi pada awal kehamilan saat tubuh masih harus beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi selama hamil terutama fluktuasi hormon di dalam tubuh. Namun, tidak semua ibu hamil memiliki sensitifitas yang tinggi terhadap bau tertentu.

Sebuah studi menunjukkan beberapa bau dari makanan atau minuman seperti bau kopi, daging, beberapa produk susu dan makanan berbumbu tajam umumnya tidak disukai oleh ibu hamil di masa-masa awal kehamilannya. Untuk mengatasinya ibu hamil sebaiknya mencoba untuk menghindari aroma yang bisa memperburuk kondisinya itu.

Mudah Lelah
Mudah lelah saat hamil muda bisa disebabkan peningkatan kadar hormon progesteron yang menyebabkan pembuluh darah melebar dan laju aliran darah dalam tubuh melambat secara drastis. Selain itu morning sickness yang membuat ibu hamil mual dan muntah sudah pasti menguras energi.

Selain itu, ibu hamil juga rentan mengalami anemia atau kurang darah. Akibatnya tentu ibu hamil lesu dan mudah capek. Namun, hal ini wajar dirasakan ibu saat kehamilannya memasuki trimester pertama, lalu kembali terasa di trimester ketiga.

Sering Beser
Beser dan inkontinensia (tidak bisa menahan hasrat buang air kecil) sering dialami ibu hamil. Ini disebabkan tekanan pada kandung kemih selama kehamilan yang membuat tempat penyimpanan urine jadi lebih kecil dan semakin sulit untuk menghentikan alirannya yang berakibat beser atau bahkan mengompol.

Kandung kemih terlalu aktif merupakan salah satu alasan utama di balik inkontinensia urine selama kehamilan. Dengan demikian, perempuan perlu buang air kecil lebih dari biasanya karena kandung kemih kejang tidak terkendali.

Untuk mengatasinya, Bunda bisa latihan kegel setiap hari, rutin beraktivitas fisik, menyilangkan kaki saat merasa hendak batuk atau bersin, berkemih pada waktunya, minum setidaknya delapan gelas cairan setiap hari, hindari makanan dan minuman yang bersifat diuretik dan jika dibutuhkan Bunda yang hamil muda bisa memakai pembalut.

Pendarahan
Pendarahan yang terjadi pada awal kehamilan biasanya lebih ringan dibandingkan dengan darah saat menstruasi. Selain itu warna bercaknya juga bervariasi mulai dari merah hingga coklat.

Yang paling umum terjadinya implantasi yakni embrio yang melekat pada dinding rahim. Penyebab lainnya ada polip di leher rahim, tapi ini tidak berbahaya. Kemudian, pendarahan saat hamil muda bisa disebabkan adanya peningkatan pembuluh darah dalam jaringan di sekitar leher rahim selama kehamilan. Bercak darah yang timbul bisa dipicu oleh adanya kontak di daerah ini misalnya melalui hubungan seksual atau pemeriksaan ginekologis tertentu, sehingga mengakibatkan munculnya bercak darah.
(haibunda.com/Desy)


Komentar