oleh

5 Kesalahan Fatal Saat Mengatur Keuangan, Hindari Secepatnya!

PortalMadura.Com – Hampir setiap orang pernah mengalami masalah keuangan. Entah karena salah dalam mengaturnya, soal utang piutang yang tidak kunjung ada akhirnya hingga persoalan kartu kredit.

Tahukah Anda, permasalahan keuangan tersebut salah satunya dikarenakan penghasilan yang pas-pasan tapi belanja yang cukup berlebihan sehingga tidak bisa membendung persoalan itu.

Selamat Ibadah Puasa

Akibatnya, persoalan keuangan ini menjadi masalah yang sering kali sulit diatasi oleh sebagian besar orang. Karena permasalahan yang sering dihadapi adalah cerminan dari gaya hidup berlebihan.

Dilansir Okezone.com yang mengutip dari buku Salah Kaprah Pengelolaan Keuangan dan Investasi karya Novie Iman, berikut beberapa kesalahan yang lumrah dilakukan dalam pengeluaran dan perlu dihindari secepatnya:

Salah Membuat Prioritas

Masalah ini sering kali terjadi dan terus berulang-ulang. Sebagian orang merasa bahwa setelah membeli gadget atau kendaraan terbaru akan merasa bahagia dan membuat nyaman.

Padahal kenyataannya tidak demikian, ada akibat yang akan ditimbulkan dari pembelanjaan yang tidak terkontrol. Oleh karena itu, penting untuk membuat prioritas dalam hidup.

Melihat Kartu Kredit Sebagai Uang

Keberadaan kartu kredit memang ada sisi negatif dan positifnya. Tapi, tidak sedikit yang menganggap bahwa kartu kredit sama dengan uang. Bisa digunakan kapan dan dimana saja untuk membeli sesuatu.

Namun, perlu Anda tahu cara kerja kartu kredit tidak seperti itu. Tidak selamanya alat tersebut bisa dijadikan sebagai uang.

Pengeluaran Impulsif

Siapa coba yang tidak ingin membeli atau berbelanja sesuai keinginan, hampir banyak orang menginginkannya. Tapi, ketika membeli sesuatu hanya menuruti ego. Tidak ada pertimbangan dan pemikiran secara rasional. Padahal tidak ada guna dan kebermanfaatan dari suatu barang yang dibeli. Bukan tidak mungkin Anda akan menyesal kemudian.

Mencari Kenikmatan Sesaat

Misalnya pada saat ada diskon, atau saat berada di luar negeri. Hal ini dijadikan aji mumpung untuk berbelanja dan memborong barang yang nyatanya tidak diperlukan. Membelanjakan keuangan hanya untuk kenikmatan sesaat hanya akan menumpuk barang-barang yang percuma.

Tidak Memiliki Rencana

Barangkali hal ini paling parah dan sering dilakukan. Tidak pernah merencanakan penghasilan dan pengeluaran. Sebab tidak memiliki anggaran dan strategi untuk meningkatkan penghasilan dan belum menyusun rencana investasi.

Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : Okezone.com

Komentar