oleh

5 Kesalahan Orang Tua Saat Disiplinkan Anak yang Jarang Diketahui

PortalMadura.Com – Mendisiplinkan anak menjadi salah satu cara orang tua untuk peduli pada waktu, orang lain, pendidikan dan lainnya. Memang tidak mudah mengajarkan hal itu pada anak. Bila pendekatannya salah maka yang ada yaitu pemberontakan.

Oleh karena itu, sebagai orang tua Anda harus melakukan beberapa strategi dalam mendisiplinkan anak. Namun, jangan sampai Anda melakukan beberap kesalahan ini untuk menjadikan anak disiplin. Apa saja?.

Berikut ulasannya:

Berbohong
Anda berpikir dengan mengarang cerita kepada balita akan membuat mereka tidak nakal. Misalnya, “Makanannya dihabiskan ya. Jika tidak akan ditangkap polisi.”

Cara ini tidak tepat, Ma. Anak akan memiliki pemahaman salah tentang polisi. Ditambah lagi, saat anak menyadari Anda berbohong, anak akan sulit mempercayai Anda kembali. Akhirnya bukannya menjadi anak penurut, justru mereka ketika bisa sering menentang Anda. Ganti cara ini dengan berbicara padanya penuh empati.

Mengancam Tanpa Tindakan
Berulang-ulang Anda katakan padanya untuk tidak merebut mainan dari adiknya atau dia akan mendapat time-out atau dihukum. Sayangnya, ketika si kakak masih melakukan hal sama, Anda kembali memberi peringatan tanpa berbuat apa-apa.

Hal ini justru membuat anak semakin termotivasi melawan kata-kata Anda, karena toh Anda hanya memberi ancaman kosong. Sebaiknya ancaman segera diberlakukan apabila anak masih melakukan hal yang Anda larang.

Tidak Kompak dengan Suami
Suatu hari Anda sekeluarga makan bersama di resto favorit. Anda katakan pada anak-anak kalau mereka boleh pesan es krim jika hari itu tidak berkelahi. Di perjalanan, ternyata kakak dan adik berantem berebut mainan. Sayangnya, setelah makan selesai anak-anak merengek minta es krim dan Papa membolehkannya.

Wah, bila seperti ini, bisa-bisa Anda dicap ‘penjahat’ oleh anak-anak. Dan, parahnya, mereka bisa mudah membangkang, karena merasa akan dibela Papa. Karena itu, sebaiknya Anda bicarakan dengan suami kondisi ini sebelum anak-anak makin tidak terkontrol.

Biasanya Papa tidak berniat menyepelekan cara mama mendisiplinkan, hanya cenderung ‘tidak kuat iman’ menghadapi rengekan. Buat daftar konsekuensi yang Anda berdua sepakati dan minta papa untuk selalu kompak.

Terlalu Sering Menyogok
Bila anak membersihkan kamar, sogokan Anda, dia boleh main game satu jam lebih lama. Jika anak menghabiskan makan malamnya, anak boleh makan cokelat. Jika hampir setiap saat Anda menyogok agar anak melakukan sesuatu, dia kemudian tidak bisa membedakan mana sogokan dan mana kewajiban.

Selalu Marah
Menghadapi anak-anak memang butuh banyak kesabaran dan Anda hanyalah manusia biasa yang punya batasan. Ketika anak-anak nakal, Anda berteriak marah dan mencubitnya. Memberi rasa takut kepada anak tidak berarti membuatnya lebih disiplin. Mereka bisa ikut marah, berteriak dan melawan kata-kata Anda.

Jika anak mulai bertingkah yang membuat Anda emosi, tarik napas panjang dan tinggalkan ruangan sejenak. Bisa jadi anak dan mama butuh waktu untuk mendinginkan kepala. Saat mampu mengkontrol diri, Anda dapat menghadapi anak berperilaku buruk dengan lebih bijaksana. (parenting.co.id/Desy)


Komentar