oleh

5 Strategi Atur Keuangan Ketika Pasangan Memutuskan Berhenti Kerja

PortalMadura.Com – Tidak bisa dipungkiri, kehidupan rumah tangga pasti ada pasang surutnya. Bahkan, kadang ada situasi di mana harus menerima kenyataan bahwa pasangan memutuskan untuk berhenti kerja. Keputusan ini memanglah tidak selamanya salah jika dengan alasan yang tepat, tapi tentunya ada dampak yang ditimbulkan.

Bagaimana tidak, hidup dengan satu sumber penghasilan tentunya akan berpengaruh pada jenis pengeluaran, belanja berbagai kebutuhan, kemampuan membayar utang dan juga investasi masa depan.

Tidak hanya itu, perubahan siklus hidup juga akan berdampak secara keuangan apabila terjadi kematian pada tulang punggung keluarga, perceraian, atau pun hal lainnya. Lalu, bagaimana cara mengatasinya?.

Dilansir Idntimes.com dari laman zapfinance.co.id, ada 5 hal yang sebaiknya dilakukan untuk sebuah rumah tangga yang beralih menjadi satu sumber penghasilan:

Lakukan Revisi Atas Rencana Pengeluaran Bulanan

Sudah jadi rahasia umum, mengatur pengeluaran untuk rumah tangga dengan satu sumber penghasilan pasti lebih sulit dibandingkan dengan rumah tangga dengan dua sumber penghasilan.

Sebelum berhenti bekerja, Anda sebaiknya melakukan evaluasi dan membuat pengelompokan pengeluaran berdasarkan jenis pengeluaran wajib dan pengeluaran tidak wajib. Selain itu, pembayaran cicilan utang juga sebaiknya disusun berdasarkan urutan pembayaran dengan tingkat suku bunga pinjaman yang tertinggi.

Menurut Perencana Keuangan Zap Finance Prita Hapsari Ghozie, apabila tidak terjadi kenaikan penghasilan secara signifikan, sebuah rumah tangga harus melakukan penyesuaian pengeluaran hingga 30 persen dari pengeluaran sebelumnya. Misalnya, pengeluaran rutin bulanan sebuah rumah tangga berjumlah Rp30 juta rupiah.

Apabila satu pasangan tidak lagi bekerja, pengeluaran sebaiknya diturunkan hingga 21 juta rupiah. Transisi tersebut sebaiknya dicoba setidaknya 6 bulan sebelum salah satu pasangan memutuskan berhenti bekerja. Selama masa transisi, penghasilan dapat dialokasikan untuk pos lain seperti menambah saldo dana darurat keluarga.

Miliki Proteksi Kesehatan

Pada masa sekarang, biaya kesehatan terus meningkat, apalagi jika sebab perempuan tidak bekerja adalah karena melahirkan anak. Bertambahnya jumlah anggota keluarga secara khusus akan menambah jumlah pengeluaran bulanan.

Proteksi kesehatan paling utama sebaiknya ditutup dengan pembelian program BPJS Kesehatan dari pemerintah. Anda juga perlu berhati-hati dalam membeli asuransi kesehatan. Jika premi tidak dapat dibayarkan, ada risiko perlindungan asuransi tidak dapat berjalan.

Tetap Berinvestasi untuk Masa Pensiun

Masa tua memang bervariasi antarindividu. Namun, apa jadinya jika seseorang berumur panjang tetapi tidak mempersiapkan dana untuk biaya hidupnya kelak?.

Saat penghasilan berkurang, cara termudah bagi setiap rumah tangga adalah memangkas jumlah dana yang diinvestasikan. Meskipun demikian, ide ini sangat buruk bagi keuangan Anda kelak. Jangan menurunkan jumlah investasi hingga di bawah 5 persen dari penghasilan bulanan.

Menurut Prita, dana pesangon yang diperoleh saat berhenti bekerja dapat diinvestasikan. Jika usia Anda masih di bawah 50 tahun, dana pesangon tersebut masih dapat optimal apabila diinvestasikan ke dalam produk berbasis saham.

Lakukan Evaluasi Pinjaman

Untuk rumah tangga yang sedang mengambil fasilitas Kredit Perumahan, ada baiknya untuk mengevaluasi jumlah pembayaran cicilan per bulan. Dengan adanya pengurangan penghasilan, jumlah kemampuan pembayaran cicilan juga akan berkurang. Untuk mengatur ulang pengelolaan utang, maka refinancing dapat dipertimbangkan.

Misalnya, saat ini Anda mengambil fasilitas KPR dengan sisa tenor 7 tahun dalam tingkat suku bunga 13 persen per tahun. Apabila di pasaran ada penawaran fasilitas KPR dengan tingkat suku bunga 8 persen per tahun, dapat dipertimbangkan untuk mengalihkan fasilitas pinjaman ke produk yang lebih baru. Biaya penalti dan lainnya akan juga menjadi pertimbangan saat melakukan proses refinancing (pembiayaan kembali).

Proteksi Penghasilan Tulang Punggung Keluarga

Fakta bahwa seluruh anggota keluarga bergantung pada satu sumber penghasilan menjadi momen pengingat kebutuhan asuransi jiwa. Proteksi keuangan harus dimiliki oleh pasangan yang masih bekerja, dengan ahli waris yaitu pasangan lain beserta anak bilamana ada.

Selain asuransi jiwa murni, Anda juga mungkin perlu mengevaluasi kebutuhan asuransi kecelakaan kerja apabila jenis pekerjaan yang dilakukan tergolong berisiko tinggi.

Kualitas hidup tentu saja tidak ditentukan dari berapa penghasilan yang dibawa pulang. Namun, jika rumah tangga kekurangan dana untuk biaya hidup, tentu saja taraf kesejahteraan menjadi sulit untuk dicapai.

Apabila ternyata hidup hanya dengan satu sumber penghasilan tidak berhasil untuk rumah tangga, opsi untuk bekerja secara freelance ataupun paruh waktu sebaiknya dipertimbangkan.

Komentar