6 Persen Warga Sumenep Belum Miliki KTP Elektronik

Avatar of PortalMadura.Com

PortalMadura.Com, Sumenep – Enam persen masyarakat Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, belum memiliki kartu tanda penduduk (KTP) elektronik.

“Capaian hampir 94 persen. Sisanya 6 persen belum, dari 800 ribu lebih warga yang wajib ber-KTP,” kata Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kabupaten Sumenep, Wahasah.

Hal tersebut diungkapkan Wahasah saat memberikan pelayanan di Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Sumenep, Selasa (15/8/2023), pada momentum mal pelayanan publik di balai desa.

Diakui, masyarakat yang belum memiliki KTP elektronik itu disebabkan beberapa faktor, di antaranya, kurang respon. “Bisa jadi karena harus datang ke kabupaten atau merasa belum butuh,” ujarnya.

Selain itu, faktor geografis. Umumnya masyarakat kepulauan yang jarak tempuhnya harus mengarungi sejumlah pulau dan belum lagi sulitnya transportasi laut.

Seperti kepulauan terjauh, Masalembu berada di lepas pantai laut jawa wilayah utara atau sekitar 112 mil dari daratan Sumenep dan Pulau Sakala yang lokasinya sangat dekat dengan provinsi Sulawesi Selatan.

Susah akses jaringan internet, juga diakui salah satu faktor capaian perekaman KTP elektronik di Sumenep baru hampir 94 persen.

Namun pihaknya tetap tidak menyerah dengan kondisi tersebut. Bila ada warga Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih yang belum melakukan perekaman KTP elektronik yang disebabkan faktor usia, seperti lemah fisik dan rentah atau jompo tetap akan terlayani.

“Kami siap melayani secara personal melalui program Karemator (karep alatini rekam KTP nompa’ sapeda motor),” ungkapnya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak menunggu identitas kependudukan dibutuhkan baru mau membuat. Mau tidak mau, kata dia, identitas kependudukan itu pasti dibutuhkan, karena kebutuhan dasar untuk mendapatkan pelayanan.(*)

DAPATKAN UPDATE BERITA LAINNYA DI

google news icon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.