oleh

7 Cara Cerdas Rawat Anak yang Punya Keterbelakangan Mental

PortalMadura.Com – Cacat intelektual merupakan gangguan perkembangan saraf di mana seseorang yang mengalami gangguan fungsi pembelajaran, kognitif dan perilaku. Cacat ini lebih populer dikenal dengan keterbelakangan mental. Penyebab kecacatan intelektual dapat beragam, seperti hereditas, kekurangan yodium pada ibu, komplikasi selama kehamilan, kurang gizi, paparan timbal, ataupun kelainan kromosom.

Kebanyakan kecacatan intelektual ini terjadi pada anak-anak mulai dari lahir. Keadaan ini, bagi mereka akan terasa sulit, seperti untuk belajar, keterampilan sosial dan melakukan aktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Karena mereka berbeda dari anak-anak normal lainnya.

Namun, sebagai orang tua Anda harus tetap menyayangi mereka dan untuk membantu para orangtua yang anaknya mengalami cacat intelektual. Inilah beberapa tips dari para ahli. Penasaran?.

Berikut penjelasannya:

1. Anda harus memahami, dan menerima bahwa anak Anda mengalami kekurangan seperti itu. Jadi, Anda akan mengusahakan apapun untuk membuat keadaannya menjadi lebih baik.

2. Anda harus bersiap ketika anak mengamuk secara tiba-tiba, karena hal itu merupakan salah satu kebiasaan yang akan terjadi pada penderita keterbelakangan mental.

3. Pastikan anak Anda mendapatkan pendidikan khusus di sekolah yang melayani anak dengan kebutuhan khusus, karena sekolah biasa tidak akan banyak membantu mereka.

4. Orangtua harus sangat peka dengan anak. Anda harus mengamati tanda-tanda apabila anak mendapatkan pelecehan ataupun intimidasi dari lingkungannya, karena mereka akan cenderung diam ketika mendapatkan perlakuan tersebut.

5. Pastikan Anda rutin membawa anak menemui terapis profesional, karena sesi pengobatan perilaku kognitif dapat membantu perkembangan pada kondisi anak.

6. Anda harus berpikir ulang untuk memiliki anak lagi jika sebelumnya mempunyai anak dengan keterbelakangan mental. Hal ini karena anak dengan penyakit tersebut memerlukan perhatian dan perawatan yang lebih intens, sehingga akan memerlukan waktu dan tenaga ekstra.

7. Pastikan Anda juga meluangkan waktu untuk memanjakan dan menyenangkan si anak, karena anak yang keterbelakangan mental juga akan merasa senang jika keinginan dan kesenangannya dipenuhi layaknya anak normal. (okezone.com/Desy)


Komentar