oleh

7 Kelompok Manusia yang Akan Dapatkan Perlindungan Allah pada Hari Kiamat

PortalMadura.Com “Maka apabila mata terbelalak ketakutan. Dan bulan pun telah hilang cahayanya. Lalu matahari dan bulan dikumpulkan. Pada hari itu, manusia berkata, ‘ke mana tempat berlari’. Tidak. Tidak ada tempat berlindung. Hanya kepada Tuhanmu tempat kembali pada hari itu” (QS al-Qiyaamah : 7-12).

Ayat di atas menunjukkan, bahwa peristiwa hari Kiamat digambarkan dalam Alquran. Selain itu perlu umat Islam ketahui, Rasulullah dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari- Muslim bersabda: “Pada hari itu ada tujuh kelompok manusia yang akan mendapatkan perlindungan Allah SWT”. Siapa saja mereka?.

Berikut ini tujuh kelompok manusia yang akan mendapatkan perlindungan Allah pada hari Kiamat:

Imam Adil
Pemimpin yang memimpin rakyatnya dalam mengambil kebijakan tidak berat sebelah, tidak memihak, itulah yang disebut dengan imam yang adil. Ia hanya berpihak kepada kebenaran sesuai dengan peraturan yang berlaku. Karena itu, ia tidak bertindak sewenang-wenang.

Bahkan, ia fokus menyejahterakan rakyatnya, sesuai dengan tugas yang dibebankannya. Pemimpin yang adil cermin ketakwaan kepada Allah SWT. Sabda Rasulallah, bahwa kepemimpinan itu amanah dan pada hari Kiamat menjadi penyesalan dan penghinaan, kecuali orang yang mendapatkan kepemimpinan itu dengan benar dan melaksanakan tugas kepemimpinannya dengan sebaik-baiknya. Imam adil akan mendapatkan lindungan Allah SWT. Sebaliknya, imam yang khianat menjadi penyesalan dan penghinaan pada hari Kiamat.

Syaabun Nasyaa Fii Ibaadatillah
Pemuda pemudi yang tumbuh dan berkembang, sibuk dengan ibadah kepada Allah secara ikhlas, tidak riya’ ingin dilihat dan dipuji orang. Titik tolaknya iman, garis amalnya amal saleh dan tujuannya semata-mata mencari rida Allah SWT, dan tidak untuk mencari popularitas dan pencitraan di hadapan manusia.

Rojulun Qolbuhu Muallaqun Fil Masaajid
Seseorang yang menggantungkan hatinya kepada masjid. Ia selalu ingat untuk salat berjemaah dan memakmurkan masjid yang tujuannya hanya semata-mata mencari rida Allah. Ia tidak terpukau oleh gemerlapnya kehidupan dunia, jabatan, dan kekuasaan yang berada di sekitarnya, tetapi tetap hatinya istiqamah mencari rida Allah. Ia merasa gelisah kalau setelah mendengar azan tidak segera pergi ke masjid untuk salat berjemaah.

Warajulaani Tahabbaa Ijtamaáá Watafarraqaa Fiillaah
Dua orang yang melakukan persahabatan sangat akrab, saling menyayangi dan mencintai karena Allah, begitu juga berkumpul dan berpisah karena mencari rida Allah. Persahabatan bukan karena ada motif harta, jabatan, atau keturunan, melainkan hanya semata-mata mencari rida Allah.

Warajalun Dzaathu Imraatun Innii Akhaafullah
Seorang laki-laki yang diajak untuk memenuhi keinginan perempuan yang memiliki kekuasaan dan kecantikan, tetapi ia berkata, “Sungguh aku takut kepada Allah”.

Tasaddaqa Bisadaqotin Fa Akhfaahaa
Orang yang bersedekah kemudian menyembunyikan amalnya itu, hingga seolah-olah tangan kirinya, tidak mengetahui apa yang telah diinfakkan oleh tangan kanannya.

Dzakarallahu Khaaliyan Fafaadhat Aenaahu
Seseorang yang mengingat Allah dalam kesendirian di keheningan dua pertiga malam, kemudian secara tidak terasa matanya berlinang. Bangun tengah malam melaksanakan salat Tahajud. Ia beristighfar kepada Allah, mengakui atas berbagai dosa-dosa yang dilakukannya dan ia sangat takut akan azab Allah pada hari kemudian, ia melakukan tobat dengan sebenar-benarnya, kemudian secara tidak terasa mencucurkan air mata karena atas kesadarannya akan dosa-dosanya itu.

Allah berfirman: “Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal”, (QS. Al A’la :17).

Untuk itu, mudah-mudahan Anda semua kaum Muslimin, kelak kemudian pada yaumul Qiyamah termasuk kelompok tujuh golongan yang akan mendapat lindungan-Nya. Aamiiin. Wallahu A’lam. (republika.co.id/Salimah)


Tirto.ID
Loading...

Komentar