7 Manfaat Pelukan, Dapat Mengurangi Rasa Sakit dan Bikin Awet Muda

Avatar of PortalMadura.com
Penulis: Tim PortalMadura.com
7 Manfaat Pelukan, Dapat Mengurangi Rasa Sakit dan Bikin Awet Muda
7 Manfaat Pelukan, Dapat Mengurangi Rasa Sakit dan Bikin Awet Muda. (Foto: Ketut Subiyanto/Pexel.com)

PortalMadura.com- Orang sering memeluk orang yang mereka cintai, baik itu kekasih, anggota keluarga atau teman. Pelukan sering diberikan saat putus cinta atau untuk menghibur seseorang yang sedang berduka.

Saat dipeluk, tubuh akan terasa hangat dan nyaman. Namun, berpelukan memiliki banyak manfaat lain di luar itu. Menurut situs Mind Body Green, berpelukan memiliki beberapa .

7 Manfaat Pelukan

1. Baik untuk Jantung

Memeluk — atau sentuhan hangat pada umumnya — baik untuk jantung, terutama dalam mengatur tekanan darah dalam situasi stres.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Behavioral Medicine meminta sekelompok orang berpegangan tangan dengan pasangannya selama 10 menit, lalu berpelukan selama 20 detik, sebelum diminta untuk berbicara di depan umum — ketakutan terbesar kebanyakan orang.

Sementara itu, kelompok lain hanya beristirahat dengan tenang sebelum diminta berbicara di depan umum.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang yang melakukan kontak fisik sebelumnya memiliki tekanan darah yang lebih rendah dan detak jantung yang meningkat saat merespons situasi stres, dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukan kontak fisik.

2. Meningkatkan hubungan

Oksitosin, hormon utama yang dilepaskan saat orgasme, juga dilepaskan dari pelukan. Hormon ini juga dikenal sebagai “hormon pelukan”. Hormon ini menjadikan pelukan dan sentuhan fisik lainnya sebagai hal terpenting untuk menciptakan ikatan yang kuat dalam suatu hubungan.

Di antara pasangan, sentuhan fisik dikaitkan dengan perasaan aman dalam hubungan. Secara khusus, pelukan hangat dikaitkan dengan kepuasan hubungan. Oksitosin dari sentuhan hangat itu juga bisa membuat orang merasa lebih didukung oleh pasangannya.

3. Memperdalam koneksi dalam hubungan

Menurut ahli saraf integratif Ilene Ruhoy, M.D. Ph.D., berpelukan memperdalam keintiman antar manusia.

“Perubahan fisiologis yang menyertai sentuhan manusia diduga terkait dengan pertukaran energi dalam bentuk elektron,” katanya.

Memeluk juga melepaskan oksitosin, yang disimpan di kelenjar hipofisis, dan sering disebut sebagai ‘hormon cinta’ karena membantu kita menjalin ikatan dengan bayi kita yang baru lahir. Perasaan cinta, keakraban, dan kesatuan inilah yang membuat seseorang memeluk seorang anak. alasan, orang tua dan teman-temannya.”

Penelitian telah menunjukkan bahwa bayi baru lahir yang tidak digendong secara teratur cenderung mengalami kesulitan tumbuh dan berkembang di kemudian hari. Sebaliknya, otak bayi yang menerima lebih banyak sentuhan kasih sayang dari pengasuhnya merespons lebih kuat.

Tapi jangan lupa ya, bukan hanya bayi yang mendambakan sentuhan itu. Psikolog berlisensi Los Angeles Ron Kaufman, Psy.D., dikatakan mengatakan bahwa ketika kadar oksitosin seseorang rendah, dia dengan ceroboh menabrak orang lain dengan harapan meningkatkannya.

4. Mengurangi stres

Pernahkah Anda memeluk teman, anggota keluarga, atau pasangan setelah hari yang melelahkan dan berpikir, “Wah, saya sangat membutuhkan ini”? Anda mungkin benar-benar merasakan detak jantung Anda melambat dan pikiran Anda menjadi tenang.

“Pelukan merangsang penyembuhan sistem saraf parasimpatis,” kata ahli fisiologi dan terapis tidur Nerina Ramlakhan, Ph.D.

“Kami menghasilkan hormon oksitosin dan serotonin yang membuat perasaan senang, yang menciptakan kepercayaan dan rasa aman.”

Selain itu, penelitian telah menunjukkan bahwa kontak manusia dapat mengurangi sekresi kortisol sebagai respons terhadap situasi stres.

5. Komunikasikan emosi

Jangan pernah meremehkan kekuatan komunikasi nonverbal. Orang bisa menyampaikan banyak hal hanya melalui sentuhan fisik, terutama sentuhan kasih sayang seperti pelukan.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Emotion menemukan bahwa bahkan orang asing pun dapat mengomunikasikan emosi seperti kebahagiaan, kesedihan, kemarahan, ketakutan, rasa jijik, rasa terima kasih, dan empati melalui sentuhan. Mengagumkan, bukan?
6. Mengurangi rasa sakit pada pasien yang sakit kronis
Saya
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa berpelukan dapat bermanfaat bagi tubuh penderita penyakit kronis tertentu. Penelitian telah menunjukkan bahwa sentuhan dapat membantu pasien kanker mengurangi rasa sakit, tekanan darah, dan .

Studi lain menemukan manfaat serupa untuk orang dengan sindrom fibromyalgia yang melaporkan lebih sedikit rasa sakit dan peningkatan kualitas hidup setelah menerima sentuhan terapeutik.

7. Pertahankan tampilan dan

Jika Anda ingin menambahkan sesuatu yang baru pada rutinitas antipenuaan Anda, Ramlakhan merekomendasikan untuk memberi dan menerima lebih banyak pelukan.

“Pelukan bagus untuk anti-penuaan karena memengaruhi hormon kebahagiaan,” jelasnya.

Peningkatan produksi hormon tertentu selama berpelukan – terutama oksitosin dan serotonin – dapat membuat seseorang tidur lebih nyenyak dan membuat pilihan yang lebih sehat secara keseluruhan. Ini dapat mengurangi tanda-tanda penuaan.

Dengan semua manfaat pelukan dan pelukan yang luar biasa ini, tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa setiap orang mungkin membutuhkan pelukan hangat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.