oleh

7 Masalah yang Sering Terjadi Pada Mesin Jahit dan Cara Mengatasinya

PortalMadura.Com – Salah satu hobi yang menyenangkan bagi seseorang adalah menjahit. Selain menjadi hobi, kegiatan yang satu ini juga bisa dijadikan kerja sampingan yang menguntungkan. Bagi ibu rumah tangga mengetahui cara menjahit adalah suatu kegiatan yang sangat berguna, karena bisa memperbaiki pakaian sobek, jahitannya lepas, atau ukuran baju yang kurang pas untuk dirinya, suaminya, maupun anak-anaknya.

Seiring berjalannya waktu, banyak masalah yang sering terjadi pada mesin jahit, karena alat ini tidak akan bekerja semulus saat baru dibeli. Tentunya akan mengganggu pada aktivitas menjahit, hal ini bisa kita lakukan sendiri tanpa harus memanggil tukang service.

Dilansir PortalMadura.Com dari laman 99.Co, Jumat (23/10/2020), berikut 7 masalah yang sering terjadi pada mesin jahit dan cara mengatasinya:

Mesinnya Berisik dan Tidak Enak Dipakai

Hal ini biasanya terjadi ketika mesin tidak memiliki pelumas yang cukup. Terlebih, pemakaian pelumas dengan mutu yang tidak baik juga bisa menjadi pemicunya. Selain itu, sisa benang-benang yang menyangkut pada mesin dan debu-debu yang tidak dibersihkan pada gigi mesin juga bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan mesin tidak enak dipakai.

Cara untuk memperbaiki hal ini, bersihkanlah debu serta sisa benang dan kain yang tertinggal di mesin dengan kuas atau sikat gigi bekas. Lalu, ganti juga pelumas pada penutup gigi dengan yang bermutu baik.

Benang Jahitan Atas Sering Putus

Menjahit dari arah yang salah akan menyebabkan benang jahitan menyangkut. Selain itu, pemasangan jarum yang terlalu ke bawah bisa menyebabkan ketenganan benang yang terlalu besar dan mudah putus. Kedua hal ini adalah faktor mengapa benang jahitan atas sering putus.

Inilah cara yang bisa dicoba, memastikan putaran roda mesin tidak terbalik mesik untuk sesaat (beberapa putaran), memastikan posisi jarum pada mesin sudah sesuai dengan tempatnya, dan menyesuaikan nomor benang dan nomor jarum sesuai dengan kain yang hendak dijahit.

Benang Jahitan Bawah Sering Putus

Biasanya hal ini terjadi karena benang bawah pada spul/kumparan digulung dengan asal-asalan, tegangan benang pada sekoci terlalu besar, atau putaran benang bawah terbalik.

Cara yang bisa dicoba, memeriksa pemasangan benang pada sekoci (jika harus ditarik, pastikan putaran spul berlawanan dengan arah jarum jam, dan memastikan jalur benang bawah terpasang melewati rumah sekoci dengan sesuai.

Benang Sering Putus

Kendala yang satu ini terjadi karena jarum berada tidak pada tempatnya. Hal ini bisa membuat jarum terkena hook dan menyebabkan tumpulnya jarum. Selain itu, jenis jarum yang tidak sesuai dengan kain juga bisa menyebabkan benang gampang putus.

Inilah cara memperbaikinya, mengganti jarum, sesuaikan dengan benang jahit, jarum, dan kain. memasang jarum di tempat yang tepat, dan mengendurkan tegangan benang dengan memerhatikan keseimbangn benang bawah dan atas jahitan.

Jerat Benang Mengendur

Gangguan yang satu ini disebabkan oleh tegangan benang yang terlalu kuat, pegas pengatur tegangan pada sekoci terlalu besar, dan ukuran jarum tidak cocok dengan ukuran kain.

Untuk mengatasinya yaitu, mengendurkan tegangan dengan cara memerhatikan keseimbangannya dengan benang jahitan bawah. Menyesuaikan teganan benang atas dan bawah. Menyesuaikan benang jahit, jarum, dan jenis kain yang dipakai.

Pergerakan Kain Tidak Lancar

Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, meliputi banyaknya serat kain yang menumpuk di sekitar gigi penguap serta tinggi rendahnya gigi penguap yang tidak sesuai.

Untuk memperbaiki hal ini caranya, membersihkan gigi penguap dan memberikan pelumas (segera tutup dengan cepat setelah melakukannya), dan mengatur mekanisme dan knop gigi penguap.

Jarum Sering Patah

Jika jarum sering patah ketika digunakan untuk menjahit bahan tertentu, bisa jadi masalah tersebut muncul karena kualitas jarum yang digunakan kurang baik. Selain itu, masalah ini juga bisa muncul karena pemasangan yang tidak tepat serta jarum yang membentur sepatu, needle plate atau sekoci (bobin case).

Berikut adalah beberapa cara untuk masalah yang satu ini yaitu, ganti jarum lama dengan jarum baru yang berkualitas. Pasang jarum sesuai dengan buku pedoman yang disertakan mesin jahit. Periksa kembali apakah pemasangan sepatu, needle plate, dan sekoci sudah benar atau belum. Selain itu, berikut adalah informasi mengenai ukuran jarum yang cocok untuk bahan-bahan yang berbeda:

9: Sutra, chifon, voile, dan organdi
11: Paris, brokat halus, dan katun
13: Katun, shantung, tafeta, dan linen
14: Linen, poplin, semi wol, dan wol
16: Jeans tebal
18 dan 20: Terpal dan kain jok

Rewriter : Muthmainnatul Lizamah
Sumber : 99.Co

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.