oleh

9 Destinasi Wisata Syariah Indonesia

JAKARTA (PortalMadura) – Negara Indonesia merupakan negara terbesar penduduknya yang menganut agama Islam. Tentu saja pemerintah terus berupaya mengembangkan wisata syariah yang banyak diminati para wisatawan manca negara, semisal dari Arab Saudi, Bahrain, Malaysia, Brunei, dan Singapura.

Sebagai mana dikutip Kompas, Selasa, (7/1/2014), disebutkan bahwa ada sembilan (9) destinasi di Indonesia yang sedang mengembangkan wisata syariah, yakni Sumatera Barat, Riau, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Makassar, dan Lombok.

Dirjen Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Esthy Reko Astuti mengutarakan, sembilan destinasi tersebut dianggap siap karena telah menyediakan banyak tempat makan halal, tempat peribadatan yang mudah dijangkau, serta akomodasi yang terjamin aman bagi wisatawan Muslim.

Selain itu, penerapan wisata syariah juga harus didukung layanan jasa biro perjalanan dan kemampuan pemandu wisata. Dan wisata syariah bukanlah wisata eksklusif. Sebab, wisatawan non-Muslim juga dapat menikmati pelayanan yang beretika syariah.

Wisata syariah bukan hanya meliputi keberadaan tempat wisata ziarah dan religi, melainkan pula mencakup ketersediaan fasilitas pendukung, seperti restoran dan hotel yang menyediakan makanan halal dan tempat shalat. Produk dan jasa wisata, serta tujuan wisata dalam pariwisata syariah adalah sama seperti wisata umumnya selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai dan etika syariah.

iklan hari santri

Dia mencontohkan, menyediakan tempat ibadah yang nyaman, seperti sudah dilakukan di Thailand dan negara lainnya yang telah menerapkan konsep tersebut. Sedangkan, potensi wisata syariah di Indonesia sangat besar dan bisa menjadi alternatif, selain wisata konvensional. Sekitar 7 juta wisatawan dan 17 persen di antaranya merupakan wisatawan Muslim.

Oleh karena itu, promosi aktif wisata syariah diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan Muslim agar naik menjadi 20 persen hingga 25 persen pada 2014-2015. Kunjungan wisatawan Muslim ke Indonesia mencapai 1.270.437 orang per tahun yang berasal dari Arab Saudi, Bahrain, Malaysia, Brunei, dan Singapura.

Di Madura sendiri, sudah akan digarap oleh pemerintah atas kerjasama pemerintah daerah di Madura dengan pihak Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS). Kerjasama itu sudah ditandatangani oleh Pemerintah Daerah Sampang, Pamekasan dan yang terakhir dengan Pemerintah Daerah Sumenep.

Pangsa pasar potensi wisata syariah merupakan wisata alternatif di Indonesia. Untuk itu, melihat potensi di Madura cukup memadai, maka pengembangan dan pembangunan wisata syariah akan segera dikembangkan pula. “Kemasan dan rangkaian wisata yang ada di Sumenep itu, wisata syariah, seperti yang sudah diterapkan dibeberapa negara,” tegas Bupati Sumenep, A Busyro Karim, Sabtu (1/3/2014).(baca : Pemda Sumenep Serius Garap Wisata Syariah)

Pengembangan dan pembangunan wisata syariah itu, nantinya tidak hanya di Sumenep, melainkan di kabupaten lain di Madura, karena pemerintah setempat juga melakukan kerjasama yang sama dengan pihak BPWS.(htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.