PortalMadura.com – Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (USD) menunjukkan performa positif pada perdagangan Rabu (11/3/2026). Mata uang Garuda berhasil menguat tipis dan bertahan di bawah level Rp17.000 per Dollar AS di tengah dinamika pasar global yang fluktuatif.
Berdasarkan data pasar spot pada Rabu sore, Rupiah terpantau bergerak stabil di level Rp16.887 per Dollar AS. Sebelumnya, Rupiah sempat dibuka pada posisi Rp16.851 per Dollar AS pada pagi hari.
Penguatan ini searah dengan data Kurs Transaksi yang dirilis oleh Bank Indonesia (BI). Per hari ini, BI menetapkan kurs jual di angka Rp16.963,40 dan kurs beli di level Rp16.794,60.
Baca Juga:
Faktor Pemicu Pergerakan Mata Uang
Para analis pasar melihat bahwa pelemahan indeks Dollar AS menjadi angin segar bagi mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia. Meskipun sebelumnya sempat tertekan oleh lonjakan harga minyak mentah dunia, Rupiah berhasil memulihkan posisinya.
Investor saat ini masih bersikap waspada (wait and see) sambil memantau rilis data inflasi Amerika Serikat. Kebijakan suku bunga bank sentral AS (The Fed) tetap menjadi fokus utama yang akan menentukan arah pergerakan nilai tukar dalam beberapa hari ke depan.
Kondisi fundamental ekonomi domestik yang tetap terjaga turut memberikan sentimen positif bagi para pelaku pasar untuk tetap mengakumulasi aset dalam Rupiah.





