Rupiah Terkapar! Tembus Rp 16.948 per Dollar AS Akibat Harga Minyak Dunia Memanas

Avatar of PortalMadura.com
Rupiah Terkapar! Tembus Rp 16.948 per Dollar AS Akibat Harga Minyak Dunia Memanas
Rupiah Terkapar! Tembus Rp 16.948 per Dollar AS Akibat Harga Minyak Dunia Memanas

PortalMadura.com – Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah semakin berat pada perdagangan Jumat (13/3/2026). Mata uang Garuda tercatat melemah signifikan hingga melewati level psikologis baru di angka Rp 16.948 per Dollar Amerika Serikat (AS).

Data pasar spot menunjukkan Rupiah langsung merosot sekitar 0,20 persen sejak pembukaan pasar pagi ini. Posisi tersebut menunjukkan tren negatif yang kian menjauhkan Rupiah dari nilai fundamentalnya, sehingga memicu kewaspadaan tinggi di kalangan pelaku pasar modal dan investor.

Ketegangan Timur Tengah Kerek Harga Minyak

Lonjakan harga minyak mentah dunia menjadi faktor eksternal utama yang memukul nilai tukar domestik. Konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah, terutama di wilayah strategis Selat Hormuz, telah mendorong harga minyak mentah melambung tinggi melampaui angka 100 Dollar AS per barel.

Sebagai negara net-importir minyak, kenaikan harga komoditas energi ini memberikan beban berat bagi ekonomi Indonesia. Kondisi tersebut berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan karena membengkaknya kebutuhan Dollar AS untuk membiayai impor bahan bakar.

Dollar AS Jadi Buruan Investor

Selain faktor komoditas, ketidakpastian inflasi di Amerika Serikat turut memperburuk situasi. Para investor global kini cenderung mengalihkan modal mereka ke aset yang dianggap lebih aman (safe haven), seperti mata uang Dollar AS.

Dominasi “Greenback” di pasar global secara otomatis menekan mata uang negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Analis pasar keuangan memprediksi volatilitas nilai tukar masih akan terus membayangi selama ketegangan di Timur Tengah belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Masyarakat dan pelaku industri kini diimbau untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga barang-barang impor yang mungkin terjadi dalam waktu dekat akibat pelemahan nilai tukar ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses