Rupiah Tertahan di Rp16.997, BI Nekat Tahan Suku Bunga 6 Bulan Berturut-turut!

Avatar of PortalMadura.com
Rupiah Tertahan di Rp16.997, BI Nekat Tahan Suku Bunga 6 Bulan Berturut-turut!
Rupiah Tertahan di Rp16.997, BI Nekat Tahan Suku Bunga 6 Bulan Berturut-turut!

portalmadura.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan pergerakan yang cenderung stagnan pada penutupan perdagangan Selasa (17/3), tepat sebelum memasuki periode libur panjang. Langkah ini sejalan dengan keputusan strategis Bank Indonesia (BI) yang kembali mempertahankan suku bunga acuan guna menjaga stabilitas pasar domestik.

Rupiah Bertahan di Bawah Level Psikologis Rp17.000

Berdasarkan data perdagangan pasar spot, rupiah ditutup pada level Rp16.997 per dolar AS, tidak beranjak dari posisi penutupan hari sebelumnya. Meski berakhir stagnan, mata uang Garuda sempat mengalami tekanan hebat hingga menembus level psikologis baru di angka Rp17.006 pada pukul 13.13 WIB.

Kondisi ini menyusul tren pelemahan sehari sebelumnya, di mana rupiah bahkan sempat menyentuh titik terlemahnya di Rp17.012 per dolar AS. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI mencatat penguatan tipis sebesar Rp8 atau 0,05% ke posisi Rp16.982 per dolar AS.


BI Tahan Suku Bunga Selama Setengah Tahun

Dalam Rapat Dewan Gubernur yang berlangsung hari ini, Bank Indonesia secara resmi memutuskan untuk mempertahankan BI Rate di level 4,75%. Keputusan ini menandai bulan keenam berturut-turut BI tidak mengubah kebijakan suku bunga acuannya.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa bank sentral akan terus meningkatkan intensitas intervensi di pasar valuta asing (valas). “Langkah ini diambil untuk memastikan rupiah tetap stabil di tengah ketidakpastian global,” ungkapnya.

Selain menahan suku bunga, BI juga meluncurkan kebijakan baru yang lebih ketat terkait transaksi valas. Mulai April mendatang, BI akan membatasi pembelian uang tunai valuta asing menjadi maksimal US$ 50.000 per bulan bagi setiap pembeli, turun drastis dari batas sebelumnya yang mencapai US$ 100.000.


Perbandingan Mata Uang Asia dan Indeks Dolar

Di saat rupiah cenderung jalan di tempat, mayoritas mata uang di kawasan Asia justru menunjukkan performa positif terhadap greenback. Berikut adalah rangkuman pergerakan mata uang regional:

  • Dolar Taiwan: Menguat 0,38%
  • Ringgit Malaysia: Menguat 0,25%
  • Won Korea: Menguat 0,23%
  • Yuan China: Menguat 0,08%
  • Dolar Hong Kong: Melemah 0,09%
  • Yen Jepang: Melemah 0,02%

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat tipis 0,03% ke level 99,74. Pelaku pasar global kini tengah menantikan pengumuman dari Federal Reserve (The Fed) esok hari. Ekspektasi pasar memprediksi The Fed akan tetap mempertahankan suku bunga Fed Funds Rate, mengingat harapan akan pemangkasan suku bunga tahun ini yang kian menipis.

“BI berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi dan pengelolaan likuiditas yang ketat di pasar valas.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses