PORTALMADURA.COM – Pergerakan harga emas perhiasan di pasar domestik menunjukkan tren yang bervariasi pada awal pekan ini. Berdasarkan pantauan data pada Senin siang, 30 Maret 2026, harga emas perhiasan di gerai Raja Emas Indonesia dan Laku Emas tercatat mengalami penurunan, sementara harga di Hartadinata Abadi cenderung stabil.
Penurunan harga ini menjadi perhatian bagi para kolektor maupun investor perhiasan. Faktor global seperti fluktuasi nilai tukar mata uang, permintaan industri perhiasan dunia, serta kebijakan cadangan emas oleh bank sentral menjadi pemicu utama dinamisnya harga di tingkat retail.
Rincian Harga Emas Perhiasan Raja Emas Indonesia
Mengutip data terbaru dari Raja Emas Indonesia per Senin (30/3/2026), hampir seluruh kadar emas mengalami koreksi harga berkisar antara Rp 9.000 hingga Rp 16.000 per gramnya. Berikut adalah daftar lengkapnya:
Baca Juga:
- 24 Karat: Rp 2.050.000 (Turun Rp 10.000)
- 23 Karat: Rp 1.934.000 (Turun Rp 16.000)
- 22 Karat: Rp 1.849.000 (Turun Rp 16.000)
- 21 Karat: Rp 1.767.000 (Turun Rp 14.000)
- 20 Karat: Rp 1.682.000 (Turun Rp 14.000)
- 19 Karat: Rp 1.597.000 (Turun Rp 13.000)
- 18 Karat: Rp 1.514.000 (Turun Rp 13.000)
- 17 Karat: Rp 1.430.000 (Turun Rp 12.000)
- 16 Karat: Rp 1.345.000 (Turun Rp 11.000)
- 15 Karat: Rp 1.262.000 (Turun Rp 11.000)
- 14 Karat: Rp 1.178.000 (Turun Rp 10.000)
- 13 Karat: Rp 1.093.000 (Turun Rp 9.000)
- 12 Karat: Rp 1.010.000 (Turun Rp 9.000)
Hartadinata Abadi dan Laku Emas
Berbeda dengan Raja Emas Indonesia, penyedia emas perhiasan lainnya yakni Hartadinata Abadi terpantau masih mempertahankan harga stabil pada periode yang sama. Sementara itu, Laku Emas mengikuti tren pasar dengan mencatatkan penurunan harga tipis pada perdagangan siang ini.
Para pengamat menyarankan calon pembeli untuk terus memantau pergerakan harga secara berkala. Hal ini penting untuk menentukan momentum yang tepat dalam melakukan transaksi, baik untuk tujuan investasi jangka panjang maupun pemakaian pribadi, mengingat harga emas digital dan batangan di gerai lain seperti Pegadaian juga tengah mengalami penyesuaian.
Kondisi pasar yang dinamis ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dengan bijak sebelum mengambil keputusan jual-beli di tengah fluktuasi harga energi global yang juga memberikan tekanan pada komoditas emas. (*)





