PortalMadura.com – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan mengalami tekanan pada perdagangan hari ini, Jumat (24/4/2026). Sentimen global terkait konflik di Timur Tengah dan kebijakan suku bunga domestik menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan mata uang Garuda.
Berdasarkan data pasar terbaru, mata uang rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif namun cenderung melemah dalam rentang yang cukup lebar. Analis pasar uang memproyeksikan rupiah akan berada di kisaran Rp17.125 hingga Rp17.299 per dolar AS.
Faktor Pemicu Tekanan Rupiah
Tekanan terhadap rupiah tidak lepas dari kondisi geopolitik dunia yang kian memanas, khususnya potensi eskalasi antara AS-Israel dengan Iran. Ketegangan ini memicu investor untuk mengalihkan aset mereka ke mata uang aman (safe haven) seperti dolar AS, yang secara otomatis menekan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
Selain faktor eksternal, pelaku pasar juga menyoroti langkah Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar. Sejumlah ekonom memprediksi BI akan mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 4,75 persen sebagai upaya menjaga ketahanan eksternal dan mengendalikan inflasi.
Proyeksi dan Level Resistance
Menurut analisis teknikal dari beberapa lembaga keuangan, level resistance rupiah saat ini berada di angka Rp17.299. Jika tekanan terus berlanjut tanpa adanya intervensi yang kuat atau pendinginan konflik global, posisi rupiah dikhawatirkan bisa melampaui level tersebut.
“Kredibilitas fiskal pemerintah dan kebijakan Bank Indonesia menjadi kunci utama stabilitas kurs saat ini. Meskipun ada tren pelemahan, posisi rupiah diharapkan tetap dalam rentang yang dapat dikendalikan,” ungkap salah satu analis ekonomi dalam laporan terbarunya.
Di sisi lain, harapan penguatan tetap ada jika eskalasi di Timur Tengah mereda. Beberapa pengamat optimis nilai tukar bisa kembali bergerak di bawah Rp17.000 pada akhir tahun 2026 apabila kondisi makroekonomi membaik secara konsisten.
Bagi pelaku usaha dan masyarakat yang memiliki transaksi dalam mata uang asing, disarankan untuk terus memantau pergerakan kurs secara real-time guna memitigasi risiko kerugian akibat volatilitas pasar yang tinggi pada hari ini.
Dapatkan pembaruan berita ekonomi dan kurs mata uang lainnya hanya di portalmadura.com.





