PortalMadura.com – Harga perak batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan tipis pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026, mencatat level Rp49.750 per gram.
Kenaikan ini sebesar Rp100 dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya yang berada di angka Rp49.650 per gram, berdasarkan data dari situs resmi Logam Mulia.
Fluktuasi harga perak Antam ini tidak terlepas dari dinamika pasar komoditas global dan sejumlah faktor ekonomi makro yang sedang berlangsung.
Investor dan pelaku pasar terus memantau pergerakan harga komoditas perak, mengingat perannya sebagai aset lindung nilai dan bahan baku industri.
Baca Juga: Harga Perak Antam Meroket, Stok Ukuran Besar Malah Gaib! Cek Rinciannya 3 Juni 2026
Dinamika Harga Perak Global dan Antam
Pada hari ini, Rabu 3 Juni 2026, harga perak murni yang ditawarkan Antam menunjukkan penguatan setelah sebelumnya sempat berada di level yang lebih rendah.
Penyesuaian harga ini merupakan refleksi langsung dari sentimen pasar internasional terhadap logam mulia perak.
Secara global, harga perak spot terpantau naik 0,5% menjadi US$75,17 per ons pada 3 Juni 2026, memberikan dorongan positif bagi harga di pasar domestik.
Namun, pada hari sebelumnya, Selasa 2 Juni 2026, perak global sempat mengalami penurunan tipis menjadi US$74,49 per ons troi, menunjukkan volatilitas yang inheren dalam perdagangan logam mulia.
Dalam rentang waktu sebulan terakhir, harga perak global secara keseluruhan telah menunjukkan tren kenaikan sebesar 2,45%, sementara jika dilihat secara tahunan, terjadi lonjakan signifikan sebesar 115,80%.
Pergerakan ini menandakan minat yang kuat terhadap perak baik sebagai investasi maupun komoditas industri.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga Perak
Ketegangan Geopolitik dan Ekonomi AS
Salah satu pemicu utama kenaikan harga perak global dan domestik adalah ketegangan geopolitik yang terus berlanjut, khususnya di Timur Tengah.
Pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran masih terus berlangsung, menciptakan ketidakpastian yang mendorong investor mencari aset ‘safe haven’ seperti perak.
Selain itu, data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan ketahanan pasar tenaga kerja yang berkelanjutan, dengan lonjakan lowongan pekerjaan pada April 2026 mencapai level tertinggi dalam hampir dua tahun.
Data pekerjaan yang kuat ini dapat memicu kekhawatiran tentang inflasi dan berpotensi mendorong bank sentral AS, Federal Reserve, untuk mempertahankan kebijakan moneter yang ketat atau bahkan menaikkan suku bunga.
Komentar hawkish dari pejabat The Fed, seperti Presiden Fed Cleveland Beth Hammack, yang menyatakan kemungkinan kenaikan suku bunga jika inflasi berlanjut, juga membebani sentimen pasar terhadap logam mulia.
Meskipun demikian, imbal hasil obligasi global yang lebih rendah pada hari Selasa lalu memberikan sedikit dukungan terhadap harga perak.
Permintaan Industri dan Peran Investasi
Perak memiliki peran ganda sebagai komoditas industri dan aset keuangan, yang membuatnya sangat sensitif terhadap perubahan kondisi ekonomi global.
Permintaan industri, terutama dari sektor fotovoltaik (panel surya) dan teknologi, tetap menjadi pendorong penting bagi harga perak.
Peningkatan rata-rata tahunan pasta perak di industri fotovoltaik sekitar 800 ton menunjukkan tingginya kebutuhan akan logam ini.
Namun, beberapa analis, termasuk dari Bank of America (BofA), memproyeksikan bahwa permintaan dari sektor industri mungkin telah mencapai puncaknya tahun lalu.
Hal ini disebabkan adanya insentif bagi produsen untuk lebih hemat dalam penggunaan perak, yang dapat menyebabkan pasar kembali ke kondisi surplus.
Dalam skenario tersebut, perak kemungkinan akan lebih banyak diperdagangkan sebagai logam mulia daripada logam industri, dengan arus dana investor menjadi penentu utama arah harga di masa depan.
Sebagai aset safe-haven, perak sering kali menarik investor di tengah ekspektasi inflasi global dan ketidakpastian ekonomi.
Varian Perak Antam dan Prospek Pasar
Selain perak murni batangan, Antam juga menawarkan produk perak batangan ‘heritage’ dengan berbagai ukuran.
Sebagai contoh, perak batangan heritage ukuran 31,1 gram dibanderol seharga Rp2.095.031 sebelum PPN 11%, atau menjadi Rp2.325.484 setelah pajak.
Ukuran lain seperti 186,6 gram ditawarkan pada harga Rp11.448.646 sebelum PPN, atau Rp12.707.997 setelah PPN 11%.
Untuk ukuran lebih besar, perak batangan 250 gram dijual sekitar Rp12.837.500 dengan PPN 11% menjadi Rp14.249.625, dan 500 gram sekitar Rp24.875.000 dengan PPN 11% menjadi Rp27.611.250, mengacu pada data resmi Logammulia.com.
Meskipun ada prediksi bahwa ruang penguatan lebih lanjut untuk perak mungkin terbatas karena harga saat ini dianggap terlalu mahal oleh beberapa analis, prospek jangka panjang menunjukkan potensi kenaikan.
Beberapa model makro global memproyeksikan perak dapat diperdagangkan di sekitar US$76,56 per ons troi pada akhir kuartal ini dan berpotensi mencapai US$91,78 dalam 12 bulan ke depan.
Namun, investor perlu mengingat volatilitas tinggi yang sering terjadi di pasar perak, didorong oleh likuiditas pasar yang terbatas.
Pada awal tahun 2026, harga perak bahkan sempat melonjak hingga US$120 per ons troi secara global dan mencapai rekor tertinggi Rp74.000 per gram untuk Antam pada 29 Januari 2026.
Ini menunjukkan potensi pergerakan harga yang signifikan dalam investasi perak.





