oleh

Ada “Pondok Derita” Ditengah Dreamland Hotel

PortalMadura.Com, Sumenep – Dreamland Hotel yang dibangun tahun 2013 di Jalan Lingkar Barat, Babbalan Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur kini disebut-sebut mempunyai “Pondok Derita”.

Sebutan “Pondok Derita” karena dibagian belakang hotel terdapat bangunan tidak permanen yang terbuat dari kayu, triplek dan beratapkan asbes. Ukurannya, tidak lebih dari 3×3 meter. “Para tamu, menyebutnya pondok derita,” terang M. Madani, manager Dreamland Hotel, Rabu (3/9/2014).

Plesetan  “Pondok Derita” dinilai sejalan dengan pemilik dan pengelola hotel, karena sama-sama dibesarkan di Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep. Bahkan, nuansa pelayanannya mirip pondok pesantren.

Para karyawan di hotel tersebut, juga lebih akrab disebut pengurus dan ada Ketua Pengurus. Artinya, orang yang bertanggungjawab sebagai operator hotel, sama dengan jabatan manager.

iklan hari santri

“Dinternal hotel, saya disebut-sebut sebagai ketua pengurus, tak jauh berbeda dengan pondok pesantren. Disini, ada enam pengurus dan saya ketuanya,” katanya sambil tersenyum.

Ada delapan kamar “Pondok Derita” yang dimiliki Dreamland Hotel. Fasilitasnya, memang tidak jauh berbeda dengan kamar pondok yang hanya ada sebuah kipas angin, kasur dan bantal.

Letak “Pondok Derita” tersebut ada di bagian belakang bangunan hotel namun tetap satu areal dengan bangunan induk. Kamar mandi dan musalla juga dekat dengan bangunan tersebut.

Menurut Madani, kamar tersebut memang sengaja disediakan, karena sering kekurangan kamar saat hari efektif. “Dreamland Hotel hanya ada 36 kamar. Saat kekurangan kamar, para tamu justru tetap ingin bermalam di kamar tidak permanen itu,” terangnya.(htn)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.