Adi Prayitno: IAA Jangan Bicara Siapa Yang Akan Jadi Bupati atau Dewan

Penulis: HartonoEditor: Putri Kuzaifah
santri dan annuqayah 1
Kiri, Hosaini Adhim (Moderator), Adi Prayitno (Nara Sumber) dan Ketua IAA Pusat Abd. Aziz, pada Seminar nasional Ikatan Alumni Annuqayah, Minggu (27/3/2022).(@portalmadura.com)
    Bagikan:

PortalMadura.Com, Sumenep – Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno meminta agar Ikatan Alumni Annuqayah (IAA) tidak bicara siapa yang akan menjadi bupati atau dewan dan lainnya dalam proses pesta lima tahunan.

“Kalau sudah bicara siapa yang harus menjadi bupati, dewan atau gubernur, saya yakin IAA tidak akan solid, karena banyak mazhab,” tegas Adi Prayitno, pada seminar nasional bertajuk “Santri dalam Dinamika Politik dan Kekuasaan”, diselenggarakan IAA Pusat di Aula Bappeda Sumenep, Minggu (27/3/2022).

Adi Prayitno yang juga alumni Annuqayah mencontohkan fakta politik yang terjadi di Sumenep, salah satunya pada pesta lima tahunan. “Sudah ada contohnya, putra Annuqayah saja tidak didukung. Ini fakta politik,” katanya.

Posisi IAA, kata dia, harus mampu menjaga suasana hati alumni bahwa IAA adalah sebagai rumah besar. Saling dukung antar teman dan apapun partainya serta pilihan politiknya tetap dalam bingkai rumah besar IAA.

“IAA itu bukan partai politik. IAA itu Lillahi Taala. Ketua IAA tidak bisa mempengaruhi anggotanya dan gak akan diikuti. Karena politik itu bicara soal untung dan rugi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Usung 2 Tuntutan, Massa Aksi PMII Demo Polres Sumenep

Menurutnya, kalau bicara tentang santri dan kekuasaan sudah hampir selesai, sebab semuanya sudah dikuasai santri. Jabatan-jabatan strategis di Sumenep sudah dikuasai santri dan umumnya santri Annuqayah.

“Kalau IAA hari ini mampu mendatangkan bupati dan bisa menggunakan gedung Bappeda berarti IAA Sumenep ini sudah luar biasa,” ucapnya.

Baca Juga : Buka Seminar Nasional IAA, Bupati Sumenep Ajak Kaum Santri Ikut Warnai Dinamika Politik & Kekuasaan

Alumni Annuqayah, kata dia, kedepannya agar mau untuk melakukan diagnosa persoalan kehidupan yang sering dihadapi masyarakat. “Persoalannya, apakah IAA ini mampu memberikan manfaat bagi kehidupan sosial,” katanya.

Banyak persoalan klasik yang sering dihadapi masyarakat, seperti harga tembakau, kelangkaan pupuk dan lainnya. IAA harus hadir untuk mencari solusi. “Tidak perlu demo, ajak saja berdialog, dimana persoalannya?. Mampukah IAA menembus oligarki?,” ucapnya.

“Yang ingin saya sampaikan, kalau IAA itu mau menjadi organisasi besar, maka IAA harus bisa mengayomi semua alumni yang menyebar diberbagai elemen,” katanya, kembali menegaskan.

Baca Juga:  Menparekraf Letakkan Batu Pertama Rumah Kemasan UMKM Halal di Sumenep

Kenapa?. Hampir semua partai politik di Sumenep adalah santri Annuqayah. Menurutnya, hanya beberapa partai politik yang bukan santri Annuqayah. Bahkan, partai yang disebut-sebut wahabi pun atau radikal juga diisi santri Annuqayah.

“Visi mereka untuk meng-qunut-kan partai. Bukan untuk menang,” kata Adi Prayitno.

Pada seminar nasional yang digelar IAA bertajuk ‘Santri dalam Dinamika Politik dan Kekuasaan’ menghadirkan nara sumber KH. Ilyasi Siraj selaku pengasuh Pondok Pesantren Nurul Islam Karangcempaka, Bluto dan Adi Prayitno sebagai Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia.(*)


Ikuti Berita Kami Lainya di Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.