Adinda Cresheilla, Putri Indonesia Jatim Kesengsem Batik Tulis Karya WBP Rutan Sumenep

  • Bagikan
Adinda Cresheilla Putri Indonesia Jatim Kesengsem Batik Tulis Karya WBP Rutan Sumenep
Putri Indonesia Jawa Timur 2022, Adinda Cresheilla mengunjungi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Sumenep, Madura, Selasa (28/12/2021).(Taufikurrahman @portalmadura.com)

PortalMadura.Com, Sumenep – Putri Indonesia Jawa Timur 2022, Adinda Cresheilla mengunjungi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Sumenep, Madura, Selasa (28/12/2021).

Kedatangannya disambut Kepala Rutan Klas IIB Sumenep, Ridwan Susilo, di Jl. KH. Mansur, Sumenep dan langsung dihadiahi batik tulis merk Catra hasil karya Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Sumenep.

Kunjungan Adinda Cresheilla kali pertama ke Sumenep ini, bertajuk “Sharing Motivation dan Pengembangan Diri Rutan Kelas IIB Sumenep”.

Pada kesempatan tersebut, perempuan cantik kelahiran Surabaya 29 Januari 1997 justru kesengsem pada batik tulis hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Sumenep.

“Saya senang sekali. Dan saya berencana akan mengenalkan batik karya warga binaan pemasyarakatan disini ke tingkat Nasional pada ajang Putri Indonesia 2022,” kata Adinda Cresheilla.

Menurutnya, batik tulis yang diproduksi sudah pantas diakui publik. Layak jual dan patut dibanggakan. Pengalaman Adinda Cresheilla di Sumenep, akan dijadikan bahan pengetahuan menuju ajang Putri Indonesia.

“Nantinya, nilai-nilai baru di Jawa Timur khususnya Sumenep akan kami bawa pada pagelaran Putri Indonesia tahun 2022,” katanya.

Adinda Cresheilla blak-blakan menyampaikan kesukaannya terhadap batik tulis karya warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rutan Klas IIB Sumenep, selain unik, motif dan pewarnaannya elok dipandang juga memiliki filosofi tersendiri.

“Kualitas dan pengetahuan warga binaan ini tidak main-main. Sangat layak dipromosikan,” tandasnya.

Sementara, Plt. Kepala Rutan Klas IIB Sumenep Ridwan Susilo menjelaskan, kunjungan Putri Indonesia Jawa Timur dalam rangka memberikan motivasi kepada warga binaan.

“Dengan motivasi itu, dapat meningkatkan semangat warga binaan untuk terus berkarya dalam membatik,” katanya.

Dengan motivasi tersebut, diharapkan warga binaan tidak merasa terkucilkan. “Setelah mereka bebas dan kembali ke masyarakat dapat mengaplikasikan kegiatan membatik,” harapnya.

Menurutnya, batik tulis karya warga binaan Rutan Sumenep sudah memiliki elektabilitas tinggi di pasar Internasional. “Mereka pasti sangat bangga dengan karya yang ia hasilkan. Positif sekali kan,” katanya.(*)

Tonton Juga Video YouTube PortalMaduraTV

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.