oleh

Ahli Waris Sakit, Pemindahan Status Lahan SMA PGRI Sumenep Belum Terealisasi

PortalMadura.Com, Sumenep – Pemindahan status lahan SMA PGRI Sumenep, Madura, Jawa Timur, dari ahli waris ke Yayasan pengelola lembaga pendidikan itu belum terealisasi, karena ahli waris ada di Bali sedang sakit. Akibatnya, realisasi pembayaran ganti rugi dari pemerintah daerah juga belum bisa direalisasikan.

“Kami sudah tiga kali ke Bali menemui ahli warisnya dan hari ini dua orang lagi yang berangkat ke sana yakni ketua yayasan dan kepala sekolah. Dua orang itu sedang dalam perjalanan ke Bali untuk meminta tanda tangan terhadap ahli waris itu,” kata Penasihat Panitia Pengkajian Relokasi Gedung SMA PGRI Sumenep Nurul Hamzah, Kamis (24/8/2017).

Menurutnya, pihak pengelola SMA PGRI diberi waktu dua hari ke depan untuk menyelesaikan administrasi pemindahan status lahan tersebut oleh pemerintah daerah dalam rangka proses realisasi ganti rugi lahan, bangunan dan tumbuh-tumbuhan.

“Sebenarnya kami diberi jangka waktu dua hari sejak hari ini oleh pemerintah untuk menyelesaikan pemindahan status lahan tersebut. Kalau ahli warisnya belum bisa ditemui, terpaksa harus dilanjutkan tahun depan, semoga saja bisa,” ucapnya berharap.

Gedung SMA PGRI Sumenep masuk pada salah satu obstacle keselamatan penerbangan pesawat di Bandara Trunojoyo karena jarak dari ujung landas pacu bandara ke gedung sekolah hanya 230 meter. Akibatnya, lahan dan gedung itu akan dibeli oleh pemerintah daerah.

Sebelum dilakukan pembelian atau ganti rugi, pemerintah daerah telah melakukan appraisal terhadap lahan, gedung dan pohon atau tumbuhan. Hasilnya, lahan dan gedung itu senilai Rp 9,4 miliar. Hingga saat ini belum bisa dibayarkan meski sudah dianggarkan di APBD 2017, karena status lahan masih belum milik yayasan. (Arifin/Putri)


Tirto.ID
Loading...

Komentar