Ajarkan Anak Silaturahim Sejak Dini

Avatar of PortalMadura.com
ilustrasi
    Bagikan:

PortalMadura.Com – Mengajarkan anak silaturahim sejak dini memang baik dan penting namun kita sebagai orangtua juga perlu mempertimbangkan dan memilih dengan baik kepada siapa anak kita menjalin silaturahim tersebut.

Lingkungan yang buruk akan mempengaruhi perkembangan mental anak, karena itu silaturahim anak juga harus dibarengi dengan pengawasan dari orang dewasa agar ketika bersosialisasi, berinteraksi dan berkomunikasi anak melakukan yang benar sesuai norma yang ada.

Agar momen silaturahmi bersama keluarga berjalan lancar, Bunda harus membuat persiapan yang matang. Yuk simak beberapa tips yang bisa Bunda lakukan ya!

1. Mulailah dengan memberitahu rencana silaturahmi pada si Kecil dari malam sebelumnya. Dengan mengetahui apa yang akan terjadi besok, si Kecil bisa mempersiapkan dirinya menghadapi situasi tersebut.

2. Bahas situasinya sedetil mungkin. Sebutkan siapa saja yang akan ditemui, di ruangan mana sampai apakah ada anak lain atau tidak. Berikan contoh gambaran situasi yang mungkin terjadi.

Baca Juga:  Guru Honorer Lulus Passing Grade PPPK Ngadukan Nasib ke Dewan

3. Buatlah aturan. Jangan hanya bahas yang tidak boleh-nya saja, namun bahas juga apa yang boleh ia lakukan.

4. Sebagian anak memerlukan dorongan ekstra agar memahami aturan, yaitu dengan menetapkan konsekuensi. Nah, usahakan untuk tegas dan konsisten ya, Bunda! Misalnya, “Kalau nanti kamu lari-lari, kita langsung pulang ya..”

5. Bertemu dengan orang baru atau dengan orang yang sudah lama tak bertemu, membuat Si Kecil merasakan jarak sehingga ia menarik diri. Yang sering terjadi, si Kecil menolak untuk salim/salam. Sebenarnya tidak mau salaman bukan artinya dia tidak menghormati, itu terjadi karena ia belum nyaman dengan orang yang ditemui. Bunda dapat berikan pilihan pada si Kecil “Ya udah, tos/hi-five aja deh kalau tidak mau salaman”. Atau katakan “Ya udah, belum mau salaman sekarang ya…tapi nanti pulangnya mau ya…”

6. Siapkan amunisi, berupa mainan/makanan kesukaan si Kecil (yang mudah dibawa), terutama ketika Bunda berkunjung ke rumah orang lain. Amunisi ini dapat dikeluarkan ketika si Kecil mulai terlihat bosan.

Baca Juga:  Guru Honorer Lulus Passing Grade PPPK Ngadukan Nasib ke Dewan

7. Masalah mainan juga penting untuk dibahas dalam persiapan, khususnya jika Bunda kedatangan tamu yang membawa anak. Bahas tentang bagaimana nanti main bersama, saling bergantian, dan sebagainya. Untuk meminimalkan ‘keributan’, Bunda juga bisa ajak si Kecil untuk memilah mana mainan yang nanti boleh dimainkan bersama dan mana yang tidak boleh. Si Kecil juga punya hak untuk melindungi mainan/barang kesayangannya lho, Bunda! (dancow.co.id/choir)

Ikuti Berita Terbaru Dari PortalMadura.com di  Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.