oleh

Aksi Penolakan RUU HIP Diakhiri dengan Pembakaran Gambar Palu Arit

PortalMadura.Com, Sumenep – Aksi penolakan terhadap Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang berlangsung di depan Kantor DPRD Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur diakhiri dengan pembakaran gambar palu arit – Partai Komunis Indonesia — (PKI).

Awalnya, peserta aksi yang mengatasnamakan Front Pembela Islam (FPI) tersebut berkumpul di jantung kota Sumenep atau Taman Bunga. Lalu, mereka bergerak ke depan Kantor DPRD Sumenep. Aksi diawali dengan pembacaan tahlil bersama dipimpin Habib Ali Zainal Abidin Aljufri.

“Selamatkan Pancasila. Kita menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila yang akan merongrong NKRI,” kata salah seorang orator aksi, KH Jurjis Muzammil dengan menggunakan pengeras suara.

Aksi yang dijaga ketat ratusan aparat kepolisian dan TNI itu berlangsung damai. Aparat kepolisian yang awalnya berdiri di sepanjang jalan depan Kantor DPRD Sumenep juga mengambil posisi duduk bersama.

Selama orasi berlangsung, Ketua DPRD Sumenep Abdul Hamid Ali Munir, bersama sejumlah anggota lainnya menemui pengunjuk rasa dan mengambil posisi duduk bersama pengunjuk rasa.

Ketua DPRD Sumenep, Abdul Hamid Ali Munir menyampaikan, bahwa tujuh Fraksi di DPRD Sumenep menyepakati dan menerima aspirasi pengunjuk rasa.

“Semua fraksi di DPRD ini telah menandatangani penolakan RUU HIP seperti yang disampaikan sebelumnya. Dan sudah kami kirimkan ke DPR. Itu bukti tindak lanjut kami untuk menyampaikan aspirasi para kiai,” katanya.

Pengunjuk rasa terlihat senang dan disambut dengan kalimat takbir secara serentak. Aksi damai tersebut diakhiri dengan pembakaran gambar palu arit oleh peserta aksi yang sejak awal gambar PKI dipegang oleh peserta aksi.

Pantauan di lokasi, peserta aksi datang dari berbagai kabupaten di Madura, antara lain, dari Pamekasan dan Sampang.(*)

Penulis : Hartono
Editor : Lisa Mana L
Tirto.ID
Loading...

Komentar