oleh

Aktivis RuAs Pemuda Sumenep Santuni Nenek Astami Yang Hidup dengan Sapi

PortalMadura.Com, Sumenep – Nasib yang dialami oleh Nenek Astami, seorang  warga Dusun Aeng Nyior, Desa Lobuk, Kecamatan Bluto, Sumenep, Madura, Jawa Timur yang hidup dengan sapi di kandangnya membuat sebagian kalangan merasa empati dan tidak tega melihatnya.

Para pemuda yang tergabung dalam Rumah Aspirasi Pemuda Kabupaten Sumenep, Senin (13/6/2016) mengunjungi nenek berumur 90 Tahun itu. Mereka memberikan tali asih kepada Astami yang sudah yang sehari-harinya hidup di gedek berukuran 2,5×4 meter dengan kondisi reot.

Direktur RuAs Pemuda Sumenep, Ahmad Zainullah mengungkapkan, bahwa kedatangannya ke nenek Astami tidak ada lain untuk berbagi bersamanya. “Selain memberikan kebutuhan untuk sehari-harinya, kami juga buka bareng di rumah nenek Astami, dan mengajak beberapa tetangga sekitarnya,” katanya.

Ia mengaku tidak tega melihat nenek Astami ketika baru sampai ke gubuk yang ia tempati. Kata pria yang akrab disapa Zen itu, namanya saja kandang sapi, tentu sangat tidak layak menjadi tempat untuk berteduh.

“Miris sekali, hati kami merasa sakit melihat nasibnya. Semoga nenek Astami diberikan kebahagiaan dan dapat sentuhan dari pemerintah setempat,” jelasnya.

Soetji Ferdiana, Dirkeu RuAs Pemuda menambahkan bahwa sebagai perempuan ia sangat merasakan bagaimana nenek Astami setiap hari harus berteman dengan bau kotoran sapi. Jika malam hari, lanjutnya, Nenek Astami juga terbiasa bersama nyamuk.

“Tak ada sesosok anak yang bisa diminta untuk mengusir kawanan nyamuk yang mengigit dirinya. Apalagi mengusir kesepian yang ia rasakan di masa-masa tua. Tak terasa, air mata saya menetes,” imbuhnya.

Setelah bincang-bincang dengan keponakannya, kata Suci Nenek Astami sebenarnya memiliki saudara. Hanya saja, karena takut merepotkan orang lain, ia memilih tinggal bersama sepi di kandang sapi. Untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, ia hanya mengandalkan hasil dari beternak sapi milik orang lain.

Meski hidup memprihatinkan, kita menaruh hormat kepadanya, sebab tetap rajin beribadah. Di bulan Ramadan kali ini, katanya ia tetap melaksanakan puasa sebagaimana layaknya umat Islam.

“Untuk makan sahur dan berbuka puasa, nenek Astami numpang ke kerabatnya. Beruntung, keponakannya, Misgati perhatian terhadap dirinya,” pungkasnya.

RuAs Pemuda berharap, di Kota Sumekar yang “katanya” tidak lagi ditemukan ada warga yang tidak mendapat sentuhan dari pemerintah. Dan mereka juga mengajak semua pihak untuk menoleh ke sekelilingnya, siapa tahu di tempat dimana kita tinggal ternyata ada warga yang lebih parah nasibnya seperti Nenek Astami.(rls/har)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.