oleh

Amaliyah Aswaja Diusik, Gasper Tolak Kedatangan Tokoh Wahabi di Pamekasan

PortalMadura.Com, Pamekasan – Ratusan massa yang mengatasnamakan Gerakan Santri dan Pemuda Rahmatan Lil Alamin (Gasper) melakukan aksi unjuk rasa di Jalan Diponegoro Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Jumat (26/8/2016).

Mereka menolak kedatangan tokoh wahabi Dr. Syafiq Riza Basalamah yang akan mengisi ceramah di sebuah masjid, Sabtu (27/8/2016). Pasalnya, konten ceramah tokoh wahabi tersebut dikuatirkan menyinggung perasaan amaliyah ahlu sunnah wal jama’ah (aswaja) sebagaimana yang tersebar di media sosial.

“Kita lihat sendiri ceramahnya di media-media sosial, sangat menyinggung perasaan kaum aswaja. Dari isi ceramahnya itu sangat berpotensi menyulut perpecahan dan saling menyudutkan antar kelompok yang sudah ada,” kata salah satu orator aksi, Ahnu Idris.

Dikatakan, selama ini kelompok wahabi sering menyalahkan atau bahkan menyakiti amaliyah aswaja dengan mengatakan tahlil, maulid, solawat dan wirid itu bid’ah dan syirik. Padahal, aswaja tidak pernah mengusik kelompok lain meski berbeda keyakinan.

“Dr. Syafiq Riza Basalamah ini merupakan tokoh kontroversial. Dengan demikian, kehadirannya akan mengganggu stabilitas, ketenangan, kesejukan dan merusak keharmonisan warga Madura,” tegasnya.

Dia meminta panitia pelaksana menggagalkan acara ceramah tersebut, tetapi kalau pun kegiatan tersebut tidak bisa digagalkan, maka solusinya mendatangkan tokoh lain yang tidak kontroversial dan tidak mencaci amaliyah kaum aswaja.

“Tapi kalau permintaan ini tidak dipenuhi, maka besok sore dipastikan ribuan massa akan turun jalan lagi. Kami tidak mau bertanggungjawab apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan,” ancamnya.

Saat aksi demonstrasi berjalan, perwakilan Gasper dan panitia pelaksana kegiatan dilakukan medisiasi di Mapolres Pamekasan. Hasilnya, panitia tetap akan melanjutkan ceramah dengan tokoh ust. Syafiq Riza Basalamah.

Setelah mendengar keputusan mediasi yang tidak sesuai tuntutan, ratusan massa itu membubarkan diri dan berjanji akan melakukan aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar. (Marzukiy/choir)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.