Anak Akan Tumbuh Lebih Percaya Diri Jika Diasuh Ayah, Benarkah?

Anak Akan Tumbuh Lebih Percaya Diri Jika Diasuh Ayah, Benarkah?
ilustrasi

PortalMadura.Com – Semua orangtua memiliki kewajiban untuk mengasuh dan mendidik anaknya dengan baik dan benar, terutama jika si anak masih bayi. Kebiasaan di masyarakat, tanggung jawab ini biasanya dipegang oleh ibu. Hal ini dikarenakan ibu yang lebih sabar, talaten, dan punya naluri kasih sayang yang lebih untuk merawat si kecil. Selain seorang ibu yang sudah biasa mengasuh anak, ternyata tumbuh kembang seorang anak juga sangat dipengaruhi oleh peran seorang ayah.

Sebenarnya, baik ibu maupun ayah tetap akan memberi kenyamanan dan ketenangan dalam hidup si kecil. Setiap anak, tentu memiliki tingkat kedekatan dan rasa sayang pada orangtua yang berbeda-beda. Mayoritas, ada yang mengaku bahwa mereka sangat dekat dan sayang terhadap ibu. Sebagian lagi, ada yang mengaku lebih dekat dan sayang terhadap ayahnya. Nah, Anda lebih dekat dengan siapa nih? Sama ayah atau ibu?.

Baik ayah maupun ibu, keduanya memiliki kesempatan sama untuk turut mengasuh dan merawat anak. Karena asuhan dan perawatan dari keduanya ini, anak pun bisa tumbuh dan berkembang menjadi semakin mengesankan, cerdas juga . Selain itu, kedekatan anak bersama kedua orangtua juga bisa terwujud ketika keduanya sama-sama mengajak anak berinteraksi dengan baik.

Akan tetapi, studi yang dilakukan di Oxford University terhadap 129 keluarga di AS, menemukan, bahwa anak yang diasuh dan dekat dengan sosok ayah biasanya akan tumbuh menjadi pribadi yang tenang dan mengesankan. Sosok ayah yang dekat dengan anak juga akan membuat si kecil menyayanginya dengan tulus. Anak pun akan memiliki emosional yang mengesankan.

Bahkan, bayi yang sewaktu kecil sering diasuh dan berinteraksi dengan ayah dikatakan cenderung memiliki tingkah laku yang terpuji, lebih peduli terhadap orang lain dan lebih percaya diri. Meski begitu, anak yang tidak dekat dengan sosok ayah namun memiliki ibu yang mengesankan, ia pun akan tumbuh menjadi seseorang yang penuh percaya diri dan mengesankan.

Menurut penelitian tersebut, anak yang dekat dengan ibu adalah suatu hal yang biasa saja. Hal ini terjadi karena ibu adalah seseorang yang lebih banyak berinteraksi dengan anak, bahkan saat ia masih di dalam kandungan atau saat ia masih bayi.

Sementara itu, anak yang dekat dengan ayah dikatakan suatu hal yang sangat luar biasa. Ketika anak dekat dengan ayah, ini membuktikan bahwa ayah melakukan interaksi dan pengasuhan serta perawatan yang baik.

Studi yang dilakukan di Princeton University dan University of Rochester, menunjukkan, bahwa sepertiga anak di AS yang tumbuh tanpa kasih sayang ayah karena perceraian, ayah tidak berlaku baik pada istri dan anak, atau hubungan terlarang orangtua, maka anak akan tumbuh menjadi hiperaktif, kurang peduli terhadap keluarga dan rentan mengalami depresi. Sedangkan, anak yang terlahir dan diasuh oleh kedua orangtua di mana ayah turut berperan besar dalam mendukung pertumbuhan serta perkembangannya, ia akan tumbuh lebih percaya diri dan mengesankan.

Walau pun penelitian ini menemukan bahwa anak yang diasuh oleh ayah akan tumbuh lebih percaya diri, para ahli mengungkapkan bahwa tidak menutup kemungkinan anak-anak yang tumbuh dan berkembang tanpa asuhan ayah sama sekali tidak percaya diri. Oleh karena itu, kerjasama yang baik antara ayah dan ibu diperlukan. Jangan sampai anak dikorbankan psikisnya lantaran sang ayah sibuk bekerja dan hanya dominan diasuh ibu.

Namun, kedua orangtua perlu sama-sama turut andil dalam mengasuh, merawat dan menjaga si kecil. Sekalipun keduanya sibuk bekerja, diharuskan agar mereka menyempatkan waktu untuk tetap berinteraksi dengan anak. (vemale.com/Qory)

Dapatkan Barang Elektronik Dengn Harga Termurah Cek >> Rekomendasi Elektronik.
Jangan Lupa Ikuti kami di Google Berita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.