oleh

Anak Bawah Umur “Cocok Tanam” di Bawah Kolong Jembatan Pademawu

PortalMadura.Com, Pamekasan – “Cocok tanam” yang dilakukan muda-mudi Pamekasan, Madura, Jawa Timur, di bawah kolong jembatan Pademawu tergolong sangat tragis.

Statusnya, punya ikatan pacar dan korbannya masih usia 15 tahun. “Cocok tanam” menimpa korban berkali-kali hingga dijual pada teman-teman pelaku dan membuahkan janin.

Koordinator Divisi Hukum Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPTP3A) Pamekasan, Umi Supraptiningsih, Kamis (11/2/2021) menceritakan, peristiwa mengenaskan itu terjadi pada tahun 2018. Pelaku Tono (nama samaran) yang saat itu berusia 25 tahun ternyata sudah memiliki istri dan anak.

“… [“cocok tanam, red] itu terjadi berkali-kali di bawah jembatan Pademawu saat malam hari,” terangnya.

Dosen IAIN Madura ini menjelaskan, setelah korban menceritakan kepada pelaku bahwa ada janin dalam perutnya, pelaku justru menjual korban kepada teman sejawatnya dengan harga Rp 250 ribu sampai 300 ribu sekali main.

Dari “bisnis cocok tanam” itu, korban diberi uang Rp 100 ribu, sementara sisanya masuk kantong pribadi pelaku.

“Hubungan terlarang ini diketahui istrinya saat korban dinyatakan hamil di luar nikah. Ada empat orang dari teman pelaku yang sudah pernah membeli korban. Korban ini sangat polos,” tandasnya.

Dikatakan, para pelaku tersebut sudah masuk jeruji besi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pamekasan dengan pasal yang dijatuhkan tentang kekerasan “cocok tanam” dan tindak pidana perdagangan anak di bawah umur.

“Hukumannya berbeda-beda, ada yang 10 tahun penjara ada yang 7 tahun penjara,” tambah dia.

Dosen hukum ini mengaku, setelah dirinya bertanya kepada korban tentang nasibnya sampai terjerumus kepada perbuatan keji itu. Korban mengaku tidak tahu jika “cocok tanam” itu akan membuat seseorang hamil.

“Berarti anak-anak itu butuh pendidikan … [cocok tanam, red]. Jadi orang tua harus mengajarkan kepada anak-anaknya di rumah jika berhubungan seperti itu membuat orang hamil,” pungkasnya.(*)

Penulis : Marzukiy
Editor : Putri Kuzaifah

Komentar