oleh

Aneka Kuliner, Nomor 4 Ada Sejak Keraton Sumenep

PortalMadura.Com, Sumenep – Kabupaten Sumenep merupakan salah satu kabupaten di Jawa Timur yang berada di ujung timur Pulau Madura.

Tentu memiliki banyak kuliner khas daerah yang sulit untuk dicari ditempat lain. Kuliner di daerah ini sangat beragam seiring dengan wilayahnya yang luas dan memiliki banyak pulau dan suku.

Ada 126 pulau yang tersebar di 27 kecamatan. Sembilan kecamatan kepulauan dan 18 kecamatan daratan. Dari 126 pulau itu, 48 pulau berpenghuni dan sisanya, 78 pulau tidak berpenghuni.

Sumenep memiliki 242 desa di daratan, 86 desa di kepulauan yang dihuni oleh berbagai suku, seperti suku Bejo, Arab, Jawa, Mandar, Bugis, Cina dan lainnya.

Beragam suku dan bahasa membuat Sumenep kaya kultur dan beraneka kuliner. Berikut kuliner khas Sumenep yang patut Anda cicipi saat berkunjung.

1. Soto Sabreng (Singkong)

Soto Sabreng Sumenep
Soto Sabreng (@ayu_mci)

Soto yang satu ini sulit dicari di tempat-tempat lain. Soto yang umumnya nasi putih atau ketupat, justru pakai sabreng (Madura) alias soto singkong (ketela pohon).

Soto asli Sumenep ini tidak memakai kunyit sehingga warnanya bening seperti sop. Isinya ada jeroan sapi, babat dan iso (usus). Pelengkap utamanya singkong rebus dan lontong.

Ada kecambah goreng, su’un, irisan daun bawang merah. Tampilannya sederhana, namun membuat para penikmat kuliner merasakan gurih karena ada campuran bumbu kacang, mirip seperti rujak.

Rasanya renyah dan aroma berbeda. Bumbu kacang tanah yang dihaluskan tersebut dicampur petis ikan, garam, dan cabe rawit. Cara mencampurnya, bumbu kacang kental ditambahkan terlebih dahulu, lalu barulah kuah sotonya.

2. Rojek (Rujak)

Rojak
Rojek atau Rujak (@aizawatch)

Mirip dengan soto sabreng. Rojek (Madura) atau rujak yang satu ini berbeda dengan rujak pada umumnya. Rojak Sumenep menggunakan lontong, singkong rebus, timun, dan irisan tahu goreng.

Sayur rebus yang terdiri dari kangkung, kacang panjang, dan kecambah, plus keripik singkong. Sebagai bumbunya yang dihaluskan dengan kacang goreng adalah petis ikan, pisang biji, cuka dari sari lontar.

Selain itu ditambah garam dan gula merah. Ada yang ditambahkan dengan tahu bakso atau pentol bakso. Cara penyajiannya ada yang menggunakan cobek atau tempat ulekan yang terbuat dari tanah liat.

Jika disajikan menggunakan cobik. Warga setempat menyebutnya rojek cobik. Namun, umumnya disajikan dengan menggunakan piring seperti pada umumnya.

3. Kaldu kokot

kaldu kokot
Kaldu Kokot (@emmakkuliner)

Kuliner ini cukup populer. Kaldu kokot atau kaldu kikil ini sulit ditemukan di luar Madura. Makanan ini berbahan dasar kacang hijau dilengkapi kikil sapi.

Penyebutan Kokot (Madura) adalah untuk Kikil. Jadi, bahan utamanya Kikil sapi. Kikil disajikan dengan tulangnya sudah empuk melalui proses perebusan yang cukup lama dan nyaman untuk hidangan keluarga atau pun para tamu.

Umumnya, para pengusaha kaldu kokot ini menyajikan dengan irisan lontong dan kroket singkong. Bahan tambahan untuk perasa, pasti ada kecap, jeruk nipis dan sambel pedas.

4. Nasi Pae (Cake/Cap Jay)

Cake sumenep 1
Nasi Pae Sumenep (Cake/Cap Jay)- (@dhin_aju)

Masakan favorit masyarakat Sumenep ini disebut Nasi Pae. Umumnya menjadi sajian pada acara-acara pembesar keraton Sumenep tempo dulu atau upacara pernikahan dan acara sakral keagamaan lainnya.

Saat ini, tetap terjaga dengan baik. Sesuai dengan perkembangan kuliner, warga setempat sudah ada yang menyebutnya cake (penyebutannya sesuai dengan ejaan). Sepintas mirip dengan cap cay makanan khas negeri Tiongkok.

Cake khas Sumenep ini terdiri dari irisan kentang yang sudah digoreng, bakwan udang, kacang polong, brokoli, seledri, irisan ayam kampung dan daging yang dipotong dadu.

Disajikan dalam mangkok dan disiram kuah santan gurih dan sedikit asam. Cabai rebus dipersiapkan bagi yang suka pedas. Lontong menjadi pelengkap kuliner yang satu ini. Namanya kuliner favorit pasti akan ketagihan.

Bila Anda ke Sumenep, tidak sulit untuk mencari kuliner khas Sumenep tersebut. Tempat-tempat makan di wilayah kota maupun di pedesaan mudah didapat.

Artikel ini diambil dari berbagai sumber.(*)

Penulis : Lisa Mana L
Editor : Lisa Mana L
Tirto.ID
Loading...

Komentar