oleh

Anggaran Rp300 Miliar di Pamekasan Tak Terserap

PortalMadura.Com, Pamekasan – Sepanjang dua tahun terakhir, DPRD Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menemukan adanya penumpukan anggaran pada penggunaan APBD 2014 oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) setempat.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan M Suli Faris mengatakan, penumpukan dana yang tidak terserap itu mencapai Rp 300 miliar. Itu terkuak, setelah badan legislasi menelaah laporan kerja pertanggungjawaban (LKPJ) bupati Pamekasan selama 2014.

“Tidak terserapnya anggaran ini lantaran program pemerintah tidak berjalan. Yang jelas, kondisi ini tidak sehat dan mengganggu kepentingan masyarakat,” ungkapnya, Senin (22/6/2015).

Menurutnya, program yang tidak dilaksanakan oleh pemerintah itu sebagian besar adalah program yang berkaitan dengan pembangunan. Sehingga, fakta ini menjadi preseden buruk bagi perjalanan pemerintahan di bumi Gerbang Salam. Apalagi, penumpukan anggaran ini tidak dibenarkan dalam perundang-undangan.

“Selain itu, kami menemukan program tahun 2013 yang tidak terlaksana, kemudian dijadwal ulang tahun 2014, lagi-lagi kegiatannya tidak berjalan. Ini sangat disayangkan,” keluh politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu.

Pihaknya menemukan keanehan mandeknya kegiatan tersebut, pasalnya semua program yang berkaitan dengan kepentingan birokrasi tetap berjalan. Sementara kegiatan untuk kepentingan masyarakat tidak terlaksana.

“Selain itu, temuan dalam LKPJ bupati adalah perencanaan program yang tidak melalui analisis yang benar. Dan ini masih dalam kajian kami,” tandasnya.

Kata Suli Faris, tidak berjalannya program yang mengakibatkan penumpukan anggaran hingga mencapai Rp 300 miliar itu, lantaran satu SKPD dengan SKPD lainnya komunikasinya jelek alias tidak berjalan. Kondisi itu harus menjadi perhatian serius pemerintah agar memaksimalkan kinerja pada tahun anggaran 2015.

“Bupati selaku penanggung jawab semua kegiatan di masing-masing SKPD, harus mampu mengarahkan berbagai kebijakan program tersebut. Kecuali terjadinya penumpukan anggaran ini memang sengaja dilakukan, dengan tujuan tertentu,” pungkasnya. (Marzukiy/har)


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.