oleh

Angkat Tangan Ketika Berdoa Hukumnya Sunah

PortalMadura.Com – Umat Muslim tahu bahwa doa adalah bentuk komunikasi antara hamba dengan Allah. Berdoa dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja. Ada banyak cara dalam berdoa salah satunya ketika kita salat atau dalam keadaan tertentu memohon kepada Allah dengan mengangkat kedua tangan mereka.

Tahukah Anda bahwa seecara umum mengangkat kedua tangan disyariatkan dalam berdoa. Yaitu orang yang berdoa mengangkat kedua tangannya sejajar dadanya dalam kondisi menengadah (menghadapkan telapak tangan bagian dalam ke atas).

Posisi kedua telapak tangan didekatkan sebagaimana seseorang yang ‘nyadong’ minta kepada orang lain agar memberinya sesuatu. (Al-Syarh al-Mumti’, Syaikh Ibnu Utsaimin: 4/18)

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjelaskan bahwa mengangkat kedua tangan dalam doa termasuk sebab untuk lebih dikabulkannya doa.

Sebagaimana yang diriwayatkan Imam Muslim di Shahihnya, dari hadits Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah Maha baik, tidak menerima kecuali yang baik-baik.”

Kemudian beliau menyebutkan tentang seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh sampai kusut tampangnya dan penuh debu, ia mengangkat tangannya ke langit sambil berseru, “Ya Rabbi, Ya Rabb.” Sementara makanannya, minumannya, dan pakaiannya adalah haram. Iapun dikeyangkan dari sesuatu yang haram. Maka bagaimana akan dikabulkan doanya.

Dan dalam hadits Salman, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya Tuhan kalian yang Maha suci dan Maha Tinggi, Maha Pemalu lagi Mulia, malu apabila hambanya mengangkat kedua tangannya kepada-Nya lalu mengembalikannya dalam keadaan kosong.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, al-Tirmidzi, Ibnu Majah, dan selainnya)

Namun di sana ada beberapa hadits tentang doa-doa tertentu tanpa angkat tangan, sunnahnya tidak angkat tangan dalam doa tersebut. Seperti, doa saat khutbah Jumat. disebutkan dalam Shahih Musli, dari Umarah bin Ru-aibah, bahwa ia melihat Bisyr bin Marwan mengangkat kedua tangannya ketika di atas mimbar, lalu ia (Umarah) berkata kepadanya:

“Semoga Allah memburukkan kedua tanganmu ini. Sungguh aku telah melihat Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam tidak melebihkan tatkala sedang berdoa selain seperti ini, sambil mengangkat jari telunjuknya.” (HR. Muslim, Sunan Abi Dawud, dan al-Tirmidzi)

Pengecualian angkat tangan dalam berdoa lagi saat khatib melakukan doa istisqa minta hujan, ia mengangkat kedua tangannya lebih tinggi dan diikuti para makmum karena permintaan yang sangat.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, tentang kisah badui yang meminta kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam saat khutbah Jumat agar beliau berdoa memintakan hujan. Kemudian beliau mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi dan para makmum ikut berdoa mengangkat tangan-tangan mereka. Dalam keterangan lain, sampai terlihat putihnya ketiak beliau.

Imam Al-Bukhari menuliskan bab untuk hadits ini, “Bab: Manusia mengangkat tangan-tangan mereka bersama imam dalam shalat Istisqa’.”

Namun, ada beberapa doa lain yang membacanya tidak boleh sambil angkat tangan. Seperti, doa istiftah dalam salat, doa di antara dua sujud, doa saat duduk tasyahhud, dan sebagainya.Wallahualam. (islamidia.com/Nanik)


Komentar