oleh

Animo Pengguna Jasa Penerbangan Perintis Sumenep-Pagerungan Tinggi

PortalMadura.Com, Sumenep – Animo calon pengguna jasa penerbangan perintis di jalur Sumenep-Pagerungan, Pulau Sapeken, Madura, Jawa Timur, dan sebaliknya, tinggi.

“Jumlah penumpang pesawat perintis di jalur Sumenep-Pagerungan dan sebaliknya selalu penuh setiap kali terbang. Sebanyak 10 kursi selalu terisi,” kata Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep, Indra Triyantono, Rabu (18/12/2019).

Penerbangan perintis di jalur Sumenep-Pagerungan dilayani oleh pesawat jenis Cessna Grand Caravan milik Susi Air sejak 25 September 2019.

Baca Juga: Rekrutmen Penyuluh Agama Pamekasan Diduga Setor Uang Hingga Rp 10 Juta

Pesawat perintis tersebut terbang dari Bandara Trunojoyo Sumenep ke Bandara Pagerungan di Pulau Sapeken dan sebaliknya, sekali dalam seminggu.

“Sesuai laporan yang kami terima dari staf, jumlah penumpang pesawat perintis, baik di jalur Sumenep-Pagerungan maupun Pagerungan-Sumenep, selalu penuh sejak penerbangan perdana,” ujarnya.

Bahkan, kata dia, rata-rata tingkat keterisian kursi pesawat perintis itu sudah penuh pada dua minggu sebelum jadwal keberangkatannya atau dipesan lebih dulu oleh para calon pengguna jasa.

Indra pun gembira atas tingkat keterisian kursi pesawat perintis di jalur Sumenep-Pagerungan dan sebaliknya yang selalu penuh.

Kondisi tersebut menunjukkan program penerbangan perintis yang digagas oleh Kementerian Perhubungan betul-betul dimanfaatkan oleh warga.

“Kami bersama pemerintah daerah merasa tidak sia-sia ketika mengusulkan jalur penerbangan pesawat perintis di jalur Sumenep-Pagerungan dan sebaliknya. Ketika direalisasikan oleh Kementerian Perhubungan ternyata dimanfatkan secara maksimal oleh warga,” katanya, sambil tersenyum.

Waktu tempuh perjalanan udara dari Bandara Trunojoyo Sumenep ke Bandara Pagerungan dan sebaliknya oleh pesawat perintis sekitar satu jam.

Sementara waktu tempuh jalur laut dari Pelabuhan Kalianget (Sumenep daratan) ke Pulau Sapeken, dalam kondisi normal sekitar 12 jam dengan kapal besi atau baja dan sekitar tujuh jam dengan kapal cepat. (*)

Penulis : Slamet HD
Editor: Desy Wulandari
Tirto.ID
Loading...

Komentar