oleh

Antibiotik Jerawat Topikal dan Benzoil Peroksida Digunakan Bersamaan, Amankah?

PortalMadura.Com – Masalah jerawat sudah umum terjadi bagi kebanyakan orang. Baik bagi para remaja yang masih masa-masa pubertas, ataupun orang dewasa. Masalah kulit ini kerap menghantui para penderitanya. Sebab, munculnya jerawat membuat mereka terganggu dalam berpenampilan.

Walaupun memang ada banyak macam cara mengobati jerawat, sebagian orang terkadang masih bingung harus menggunakan yang mana. Di antara beragam pengobatannya, bagi yang pernah mengalami jerawat mungkin tidak asing lagi dengan yang namanya antibiotik jerawat, menggunakan benzoil peroksida, dan obat yang mengandung retinoid.

Dari saking ngebetnya ingin cepat sembuh, kadang mereka berpikiran untuk menggunakannya secara bersamaan. Tapi, apakah akan menghasilkan efek samping atau justru memaksimalkan khasiatnya jika digunakan secara langsung?.

Dilansir Hellosehat.com, yang dikutip dari American Family Physician, pengobatan jerawat biasanya dilakukan dengan beberapa cara, yaitu krim, gel, atau losion. Akan tetapi, menentukan jenis obat apa yang cocok untuk Anda diperlukan pengetahuan tentang jenis kulit Anda sendiri.

Untuk lebih jelasnya, mari simak penjelasan berikut ini:

Antibiotik Topikal

Perlu Anda ketahui, pengobatan jerawat dengan antibiotik topikal biasanya tersedia dalam dua bentuk, yaitu tanpa campuran apapun dan kombinasi. Antibiotik jerawat ini biasanya bermanfaat untuk mengurangi pertumbuhan jerawat dan peradangan.

Erythromycin dan clindamycin adalah antibiotik yang paling sering digunakan karena dipercaya efektif melawan peradangan jerawat. Untuk mendapatkan hasil yang lebih efektif, biasanya dokter menganjurkan untuk menggunakan antibiotik topikal dengan retinoid topikal.

Campuran dari keduanya bisa langsung dioleskan ke kulit. Adapun efek samping dari menggunakan antibiotik topikal adalah kulit terkelupas, terbakar, dan kering.

Benzoil Peroksida

Selain antibiotik jerawat, benzoil peroksida juga termasuk jenis obat jerawat yang cukup ampuh dan tersedia dalam berbagai bentuk, seperti sabun cuci wajah, krim, dan gel. Biasanya, setiap obat mengandung konsentrasi 2.5-10%.

Adapun efeknya itu tergantung pada bentuk obat tersebut. Misalnya, gel lebih stabil dan aktif, tetapi lebih berpotensi menimbulkan iritasi. Walaupun demikian, benzoil peroksida berbentuk gel lebih diminati dibandingkan krim dan losion. Sama seperti antibiotik topikal, benzoil peroksida juga mengandung senyawa anti-peradangan, keratolitik, dan komedolitik.

Oleh karena itu, dokter perlu menetapkan konsentrasi benzoil peroksida sesuai dengan jenis kulit pasien untuk melihat apa efek samping dan kemanjurannya. Hal ini dikarenakan tidak setiap obat yang mengandung konsentrasi tinggi selalu lebih baik dan lebih manjur.

Penggunaan Antibiotik Jerawat dan Benzoil Peroksida Bersamaan

Kandungan senyawanya memang berbeda, tapi walaupun demikian, fungsi dari kedua obat ini sama, yaitu untuk mengurangi peradangan pada jerawat. Tapi, tahukah Anda bahwa untuk memaksimalkan manfaatnya, antibiotik jerawat dan benzoil peroksida harus digunakan secara bersamaan?.

Menurut sebuah penelitian dari Indian Journal of Dermatology, benzoil peroksida memiliki keunggulan berupa mencegah perkembangan resistensi jerawat. Maka dari itu, obat yang satu ini lebih sering digunakan bersama dengan obat lainnya.

Baca Juga : 10 Kebiasaan Buruk Ini Jadi Penyebab Munculnya Jerawat

Salah satu jenis pengobatan yang dipakai bersama dengan benzoil peroksida adalah erythromycin atau clindamycin. Keduanya merupakan jenis obat yang termasuk dalam antibiotik topikal.

Campuran 5% benzoil peroksida dengan 3% erythromycin merupakan salah satu kombinasi obat jerawat yang cukup efektif. Biasanya, gel benzoil peroksida dan bubuk antibiotik ini dicampurkan dan didinginkan. Kemudian, obat yang sudah dicampurkan tersebut dioleskan pada area yang terkena jerawat sebanyak satu kali atau dua kali sehari.

Selain erythromycin, benzoil peroksida juga dapat dikombinasikan dengan antibiotik jerawat lainnya, yaitu clindamycin. Dengan mencampurkan 5% benzoil peroksida dengan 1% clindamycin, kedua gel ini dipercaya lebih unggul dalam mengobati non-peradangan dan peradangan.

Akan tetapi, kombinasi obat yang satu ini belum tersedia di pasaran, sehingga mungkin Anda perlu bertanya kepada dokter perihal jenis obat ini. Penggunaan obat antibiotik jerawat ternyata perlu dikombinasikan dengan benzoil peroksida agar hasilnya lebih manjur dan cepat terlihat.

Namun untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter Anda sebelum memutuskan sendiri jenis obat mana yang cocok untuk Anda. Sebab, apabila sudah terlanjur salah dan digunakan, dikhawatirkan bisa memperburuk keadaan.

Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : hellosehat.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.