oleh

Apa yang Semestinya Dilakukan di Siang Ramadan?

PortalMadura.Com – Selain dikenal dengan sebutan bulan tadarus Alquran, Ramadan juga disebut bulannya melawan nafsu, menyucikan jiwa, taubat, dan memperbanyak kebaikan. Oleh sebab itu, sebagai umat Muslim marilah bersama-sama menyibukkan hari-hari dengan ketaatan kepada Allah SWT.

Karena, seseorang yang tidak mengisi waktu senggangnya dengan sesuatu yang bermanfaat maka ia akan disibukkan oleh waktu luangnya dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Biasanya, pada malam hari bulan Ramadan orang-orang berlomba melaksanakan salat tarawih dan tadarusan. Lalu, apa yang semestinya dilakukan saat siang hari di bulan suci ini?.

Berikut penjelasan lengkapnya, sebagaimana dilansir PortalMadura.Com, Kamis (23/4/2021) dari laman Islam.nu.or.id:

Pertama, ketika fajar tiba, Anda bisa buka hari dengan memperbanyak membaca zikir. Di antara zikir yang semestinya Anda baca setiap pagi dan petang sebanyak tiga kali adalah:

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِيْ الْأَرْضِ وَلَا فِيْ السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ

Rasulullah menjelaskan bahwa orang yang membacanya sebanyak tiga kali maka tidak ada sesuatu pun yang akan membahayakannya.

Kedua, melaksanakan salat Subuh dengan berjemaah, karena Rasulullah bersabda:

مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ (رواه مسلم)

Artinya: “Barang siapa mengerjakan salat Isya secara berjemaah, maka seakan ia menghidupkan separuh malam dan barang siapa mengerjakan salat Subuh secara berjemaah, maka seakan ia menghidupkan malam seluruhnya” (HR Muslim).

Ketiga, bergabung dengan orang-orang yang ikut serta dalam halaqah dan kajian serta tadarus Alquran di pagi hari, karena Ramadan adalah bulan Alquran. Anda juga bisa menghadiri majelis-majelis ilmu. Rasulullah berpesan kepada sahabat Abu Dzarr radhiyallallhu ‘anhu:

يَا أَبَا ذَرٍّ لَأَنْ تَغْدُوَ فَتَعَلَّمَ ءَايَةً مِنْ كِتَابِ اللهِ خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ تُصَلِّيَ مِائَةَ رَكْعَةٍ وَلَأَنْ تَغْدُوَ فَتَعَلَّمَ بَابًا مِنَ الْعِلْمِ خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ تُصَلّيَِ أَلْفَ رَكْعَةٍ (رواه ابن ماجه)

Artinya: “Wahai Abu Dzarr, sungguh jika engkau pergi lalu belajar satu ayat Alquran itu lebih baik bagimu daripada salat sunah seratus rakaat, dan jika engkau pergi lalu belajar satu bab ilmu agama maka itu lebih baik bagimu daripada salat sunah seribu rakaat” (HR Ibnu Majah).

Selain itu, ketika Anda berangkat bekerja, maka jangan lupa berniat yang baik agar Anda senantiasa mendapatkan pahala ketika bekerja dan agar Anda tidak menyia-nyiakan waktu demi waktu yang Anda lalui dalam bekerja tanpa pahala.

Penting juga untuk menjaga lisan dari kata-kata dusta dan menipu. Sebaiknya Anda menerapkan perilaku sebagaimana yang disabdakan Rasulullah ini:

اَلصِّيَامُ جُنَّةٌ فَإِذَا صَامَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَجْهَلْ وَإِن امْرُؤٌ قَاتَلَهُ أَوْ شَاتَـمَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي صَائِمٌ إِنِّي صَائِمٌ” (رواه مالك في الموطأ)

Artinya: “Puasa adalah perisai, maka apabila salah seorang di antara kalian berpuasa, janganlah berkata buruk dan melakukan perbuatan-perbuatan yang bodoh, jika ada orang yang mengajak bertengkar atau mencacinya (janganlah melayaninya dan) hendaklah ia mengatakan: Aku sedang berpuasa, aku sedang berpuasa” (HR Malik dalam al-Muwaththa’).

Keempat, ketika azan Asar berkumandang, diupayakan untuk mengajak orang lain bersama ke majelis ilmu, majelis yang penuh kebaikan dan keberkahan, agar bertambah dan semakin besar pahala yang diperoleh.

Misalnya, Anda bisa mengajak anak, teman dan tetangga untuk melaksanakan salat Asar berjemaah di masjid. Lalu simak kajian keagamaan yang disampaikan oleh para guru yang terpercaya, agar Anda tahu bagaimana cara yang benar dalam menaati Allah dan mencari bekal dari dunia yang fana ini untuk akhirat yang kekal.

Kelima, setelah kajian selesai, Anda pulang kembali ke rumah dan ajarkan apa yang Anda pelajari kepada segenap anggota keluarga. Rasulullah bersabda:

بَلِّغُوْا عَنِّيْ وَلَوْ ءَايَةً (رواه البخاريّ وغيره)

Artinya: “Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat” (HR al-Bukhari dan lainnya).

Keenam, jika istri dan keluarga membutuhkan bantuan Anda, maka bergegaslah membantu. Jadilah penolong bagi mereka, selalu hadapi mereka dengan senyum gembira serta perkataan yang baik. Dan ringankanlah keletihan mereka dengan perkataan yang indah. Ingatlah selalu sabda Rasulullah:

خِيَارُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ (رواه ابن حبان وغيره)

Artinya: “Orang-orang pilihan di antara kalian adalah orang yang paling baik kepada istrinya, dan aku adalah orang yang paling baik di antara kalian kepada istri-istrinya” (HR Ibnu Hibban dan lainnya).

Ketujuh, betapa besar pahala yang Anda raih jika memberikan sebagian makanan dan minuman kepada tetangga yang fakir dan membutuhkan. Anda memuliakannya karena Allah. Anda beri makanan atau minuman untuk orang yang akan berbuka sehingga Anda memperoleh pahala yang dijanjikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sabdanya:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا (رواه الترمذي)

Artinya: “Barang siapa memberi makan berbuka kepada orang yang berpuasa maka ia memperoleh pahala yang menyerupai pahalanya, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa tersebut” (HR at Tirmidzi).

Artinya, Anda memperoleh pahala yang menyerupai pahala orang yang berpuasa tersebut. Bukan pahala yang sama persis dengan pahalanya dari semua segi, karena orang yang berpuasa Ramadan tengah melakukan puasa wajib dan Anda yang memberinya makan berbuka tengah melakukan perkara sunah. Perkara sunah tentu tidak akan menyamai perkara yang wajib.

Kedelapan, menyegerakan berbuka setelah betul-betul yakin bahwa waktu Magrib telah masuk. Rasulullah bersabda:

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِـخَيْرٍ مَا عَجَّلُوْا الفِطْرَ (رواه البخاري ومسلم)

Artinya: “Orang-orang selalu berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Dan kemudian Anda bisa baca doa:

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوْقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Ya Allah, karena Engkaulah aku berpuasa dan dengan rezeki dari-Mu aku berbuka, hilanglah hausku, basahlah urat-uratku dan semoga aku peroleh pahalaku insya-a Allah”.

Anda bisa memulai berbuka dengan yang manis-manis seperti kurma. Jika tidak ada, maka kita berbuka dengan air sebagaimana disabdakan oleh Baginda Rasulullah:

إِذَا أَفْطَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى تَمْرٍ فَإِنَّهُ بَرَكَةٌ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى مَاءٍ فَإِنَّهُ طَهُورٌ (رواه الترمذي)

Artinya: “Jika salah seorang di antara kalian berbuka maka hendaklah ia berbuka dengan kurma karena kurma itu penuh berkah, barangsiapa tidak mendapatkannya maka hendaklah ia berbuka dengan air karena air itu sesuatu yang suci dan menyucikan” (H.R. at-Tirmidzi)

Janganlah kita jadikan Ramadan sebagai waktu untuk memperbanyak makanan serta berganti-ganti menu yang berbeda-beda. Karena Rasulullah bersabda kepada salah seorang sahabatnya:

إِيَّاكَ وَالتَّنَعُّمَ فَإِنَّ عِبَادَ اللهِ لَيْسُوْا بِالْمُتَنَعِّمِيْنَ (رواه أحمد وأبو نعيم والبيهقي)

Artinya: “Janganlah engkau bermewah-mewah dan bernikmat-nikmat, karena sesungguhnya para hamba Allah yang saleh tidak bergaya hidup mewah” (HR Ahmad, Abu Nu’aim dan al Baihaqi).

Demikian hal-hal yang mesti dilakukan di siang hari bulan Ramadan. Semoga bermanfaat dan membawa barakah bagi kita semua. Amin. Wallahu A’lam.

Rewriter : Putri Kuzaifah
Sumber : islam.nu.or.id

Komentar